Bisnis Indonesia-BTPN Gelar Outlook Ekonomi Tahun Politik

Harian Bisnis Indonesia bersama dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menggelar seminar entrepreneur networking forum outlook ekonomi 2019 bertajuk peluang UMKM di era digital dan tantangan tahun politik.
Peni Widarti | 01 November 2018 11:26 WIB
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira (kiri) menjadi pemateri, bersama Head of Business Banking BTPN Steffano Ridwan (kanan), serta dipandu Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto (tengah). Harian Bisnis Indonesia-PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menggelar seminar entrepreneur networking forum outlook ekonomi 2019 di Hotel Santika Premier Surabaya, Kamis (1/11/2018). (Peni Widarti - Bisnis).

Bisnis.com, SURABAYA - Harian Bisnis Indonesia bersama dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menggelar seminar entrepreneur networking forum outlook ekonomi 2019 bertajuk peluang UMKM di era digital dan tantangan tahun politik.

Seminar yang berlangsung di Hotel Santika Premier Gubeng Surabaya tersebut menghadirkan Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, dan Head of Business Banking BTPN Steffano Ridwan, serta Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto sebagai moderator.

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini secara makro diharapkan bisa membuka ide peluang usaha bagi para investor untuk mulai berinvestasi di Indonesia.

"Meski saat ini perang dagang China dan AS memicu ketidakpastian global dan terjadi gejolak, tapi Indonesia belum terdampak. Bahkan perkonomian Indonesia masih bisa tumbuh 5%, itu berasal dari konsumsi rumah tangga," jelasnya saat memberikan pemaparan Outlook Ekonomi 2019, Kamis (1/11/2018).

Dia mengatakan seharusnya Indonesia perlu berbahagia karena penduduknya selama ini adalah penggerak ekonomi, di mana 56% ekonomi Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga.

"Tahun depan saya masih optimistis bahwa Indonesia masih akan tumbuh karena dengan populasi kita 250 juta penduduk merupakan pasar yang besar dan menjadi sasaran investasi dunia," katanya.

Selain itu, sebanyak 90 juta penduduk merupakan kaum milenial yang sudah bergelut dengan dunia digital. Sedangkan penduduk yang sudah aktif menggunakan smartphone yakni sebanyak 180 juta orang, serta pengguna media sosial 130 juta.

"Artinya ini merupakan peluang bagi investor untuk mulai berinvestasi di bidang produksi UMKM dengan memanfaatkan dunia digital," katanya.

Head of Business Banking BTPN Steffano Ridwan mengatakan BTPN melihat pada 2019 masih dalam tahun yang positif dan Indonesia masih bisa tumbuh untuk membuat keputusan serta jeli melihat pasar. "Informasi dan kolaborasi juga perlu dilakukan. BTPN juga bisa menjadi pendamping untuk berinvestasi," ujarnya.

Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia, Hery Trianto menambahkan saat ini semua sektor usaha memang harus berubah mengikuti perkembangan teknologi bahkan di dunia perbankan.

"Semua harus berubah, sekarang bank juga dituntut untuk memperkuat teknologinya dan mengembangkan inovasi produk dan layanan agar bisa mengimbangi pasar," imbuhnya.

Tag : btpn
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top