Inflasi Oktober 0,28% Dipicu Kenaikan BBM dan Sewa Rumah

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar 0,28%. 
Hadijah Alaydrus | 01 November 2018 11:27 WIB
Kenaikan harga BBM ikut menjadi salah satu pemicu inflasi Oktober 2018 - ilustrasi/JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar 0,28%. 

Adapun, inflasi tahunan dan tahun kalendernnya mencapai masing-masing 3,16% dan 2,22%.

Dari 82 kota yang disurvei BPS, 66 kota mengalami inflasi dan 16 kota mengalami deflasi. 

Inflasi tertinggi di Palu dan terendah di Cilegon, sementara deflasi terendah di Bengkulu dan tertinggi di Bengkulu. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan inflasi 0,28 didorong oleh kenaikan harga cabai merah, bensin dan tarif sewa rumah.

Dari catatan BPS, cabai merah memiliki andil inflasi 0,09%, bensin 0,06% dan tarif sewa rumah 0,03%. 

Adapun, komoditas yang menahan laju inflasi a.l. telur ayam, bawang merah dan angkutan udara yang mengalami deflasi. 

Jika dilihat secara tahunan, inflasi sebesar 3,16% dinilai masih cukup terkendali atau di bawah target yang ditetapkan pemerintah 2,5-4,5% pada tahun ini.

"Masih ada dua bulan lagi kami harapkan harga pangan dan lain tetap stabil sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai," ungkap Kecuk, Kamis (1/11).

Secara komponen, penyumbang inflasi tertinggi a.l. sandang yang mengalami inflasi 0,54% dengan andil 0,03%. dan perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,42% dengan andil 0,10%. 

Adapun, inflasi inti per Oktober 2018 tercatat sebesar 0,29% dengan andil 0,17%. Akibat penyesuaian harga BBM, harga diatur pemerintah atau administered prices tercatat 0,32% dan andilnya 0,07%.

Tag : Inflasi, bps
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top