Donald Trump-Xi Jinping Suarakan Optimisme Untuk Akhiri Perang Dagang

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memperlihatkan optimisme menjelang pertemuan keduanya di sela-sela KTT G20 di Argentina pada akhir bulan ini.
Dwi Nicken Tari | 02 November 2018 12:36 WIB
Presiden China Xi Jinping (kanan) berinteraksi dengan Presiden AS Donald Trump didampingi Melania Trump. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memperlihatkan optimisme menjelang pertemuan keduanya di sela-sela KTT G20 di Argentina pada akhir bulan ini.

Trump sendiri menyampaikan bahwa ‘sahabat'nya, Xi, ingin membuat kesepakatan yang dapat mengakhiri eskalasi perang dagang.

Adapun kedua pemimpin ekonomi terbesar di dunia tersebut membuat pernyataan optimistis yang sama, setelah keduanya berkomunikasi lewat telepon secara publik, atau komunikasi pertama sejak enam bulan terakhir.

“Baru saja berbicara panjang dengan Presiden Xi Jinping dari China. Kami berbicara mengenai banyak hal, dengan tekanan yang kuat mengenai perdagangan. Diskusi ini berjalan lancar dan pertemuan sudah dijadwalkan di G20 di Argentina,” tulis Trump lewat akun Twitter-nya pada Kamis (1/11/2018), seperti dikutip pada Jumat (2/11/2018).

Bloomberg melaporkan, kedua presiden tersebut saling berbagi informasi mengenai diskusi konstruktif mengenai Korea Utara dan perang. 

Media China bahkan menyebut bahwa Trump mendukung komunikasi langsung yang sering antara kedua presiden dan ingin bersama-sama mengupayakan keberhasilan pertemuan dengan Xi yang rencananya dilakukan di sela-sela KTT G20.

Adapun dalam reli kampanye di Kolumbia, Missouri, Trump selalu mengulang bahwa, “mereka [China] ingin melakukannya [kesepakatan], Dia [Xi] ingin melakukannya. Mereka semua [China] ingin melakukannya.”

Sementara itu, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyampaikan bahwa Trump dan Xi kemungkinan dapat mengambil terobosan dalam sengketa dagang dalam pertemuan pada 30 November—1 Desember 2018 tersebut.

Namun, Kudlow menegaskan, Trump akan secara agresif mengupayakan agendanya terhadap China. Seperti diketahui, bahkan AS telah mempersiapkan pengumuman tarifnya jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan itu.

“Diskusi berjalan lancar,” tulis Trump lewat akun Twitter-nya pada Kamis (1/11/2018), seperti dikutip.

Adapun setiap langkah Trump terhadap China telah sangat dicermati oleh investor, yang sedang mencari kemungkinan bahwa tensi dagang dapat berkurang dan melegakan pasar keuangan.

Adapun Trump menunjuk bahwa harga saham merupakan barometer atas keesuksesan pemerintahannya. Sejauh ini dia telah menuding Bank Sentral AS (Federal Reserve) dan pengeluaran dari Partai Demokrat sebagai “perusak” sentimen pasar.

Selain itu, keberhasilan Trump dalam pertemuan dengan Xi nanti juga dapat memuluskan jalannya untuk mendapatkan dukungan di Pemilu Kongres yang akan dilaksanakan pada Selasa (6/10/2018). Adapun dari Pemilu tersebut nantinya bakal diketahui partai mana yang akan menduduki kursi mayoritas di Kongres AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top