Pembiayaan Sepeda Motor Mandala Finance Tumbuh 19%

Mandala Finance mencatatkan pembiayaan senilai Rp2,9 triliun per kuartal III/2018, naik 19% secara tahunan. Hingga akhir tahun tren pasar pembiayaan diprediksi masih sulit ekspansif karena permintaannya menurun.
Nindya Aldila | 05 November 2018 20:36 WIB
Pembiayaan sepeda motor - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mandala Multifinance Tbk., (Mandala Finance) mencatatkan pembiayaan senilai Rp2,9 triliun per kuartal III/2018, naik 19% secara tahunan.

Corporate Secretary Mandala Finance, Mahrus mengatakan sebagian besar adalah pembiayaan untuk sepeda motor dan hanya sebagian kecil pembiayaan properti.

Dia mengakui kenaikan pembiayaan tersebut tidak setinggi kuartal sebelumnya. Pada kuartal II/2018, perseroan mencatatkan pertumbuhan pembiayaan hingga 23% secara tahunan.

“hingga akhir tahun sepertinya tren pasar pembiayaan masih sama karena permintaannya menurun. Kalau dipaksakan tumbuh, kualitasnya kurang baik,” katanya kepada Bisnis, Senin (5/11/2018).

Berdasarkan laporan keuangan unaudited, Mandala Finance mencatatkan kenaikan tipis pada laba sekitar 0,06% menjadi Rp219,35 miliar pada kuartal III/2018. Sementara pada kuartal III/2017, perusahaan mencatatkan laba senilai Rp219,22 miliar.

Adapun pendapatan juga tercatat naik tipis, yakni menjadi Rp1,05 triliun atau tumbuh 0,96%. Sebesar 98% pendapatan ditopang dari pembiayaan konsumen senilai Rp1,03 triliun. Adapun sisanya merupakan pendapatan bunga senilai Rp1,43 miliar dan keuntungan lainnya senilai Rp18,37 miliar.

Meski sempat turun pada Agustus 2018, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepanjang Januari-September 2018 mencapai 4.722.242 unit, meningkat 8,80% secara tahunan.

Mandala Finance melayani pembiayaan sepeda motor baru dan bekas. Keduanya menyumbang masing-masing 50% dari total pembiayaan yang disalurkan oleh Mandala Finance.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multifinance, mandala finance

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top