Kritik Donald Trump, Xi Jinping Janji Buka Lebar Akses Ekonomi China

Presiden China Xi Jinping berjanji akan membuka akses ekonomi negaranya sekaligus menepis tudingan bahwa pemerintahannya mundur dari janji reformasi. Xi Jinping juga mengkritisi Presiden AS Donald Trump yang justru menerapkan proteksionisme di Amerika.
John Andhi Oktaveri | 05 November 2018 14:27 WIB
Presiden China Xi Jinping (kanan) berinteraksi dengan Presiden AS Donald Trump didampingi Melania Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden China Xi Jinping berjanji akan membuka akses ekonomi negaranya sekaligus menepis tudingan bahwa pemerintahannya mundur dari janji reformasi. Xi Jinping juga mengkritisi Presiden AS Donald Trump yang justru menerapkan proteksionisme di Amerika.

Xi Jinping mengatakan China akan berusaha untuk meningkatkan langkah-langkah guna merangsang konsumsi domestik dari produk impor.

Caranya, menurut Xi Jinping, selain menurunkan tarif untuk meringankan prosedur bea cukai, China juga akan menerapkan hukuman keras untuk pelanggaran hak kekayaan intelektual. 

"China akan menumbuhkan lingkungan bisnis kelas dunia," kata Presiden China Xi Jinping dalam pidatonya saat acara pembukaan pameran impor di Shanghai sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (5/11).

Xi Jinping juga mengkritisi Presiden AS Donald Trump yang telah meluncurkan perang dagang dengan China sebagai dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Selain menyatakan mengutuk proteksionisme, isolasionisme, dan konfrontasi, Xi Jinping juga mengatakan sejumlah negara harus memperbaiki rumah mereka sendiri sebelum menargetkan orang lain.

Xi Jinping berpendapat, Mereka (Amerika Serikat) seharusnya tidak hanya menunjuk jari pada orang lain untuk mengabaikan masalah mereka sendiri.

"Mereka seharusnya tidak memegang senter di tangan, tidak melakukan apa pun selain menyoroti kelemahan orang lain dan bukan milik mereka sendiri," ujar Xi Jinping.

Beijing menggelar Ekspo Impor Internasional China pertama sebagai tanda komitmennya untuk membuka pasar ke dunia internasional meskipun ada kritik terkait perang dagangnya yang memburuk dengan Washington. Kedua negara saling memberlakukan tarif hukuman atas miliaran dolar barang impor.

Tag : ekonomi china
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top