BPS: Optimisme Pengusaha pada Kuartal III/2018 Turun

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa kondisi optimisme pengusaha atau pelaku bisnis di Tanah Air pada kuartal III/2018 mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Puput Ady Sukarno | 05 November 2018 14:41 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan paparan dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal II/2018, di Jakarta, Senin (6/8/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa kondisi optimisme pengusaha atau pelaku bisnis di Tanah Air pada kuartal III/2018 mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Hal itu terlihat dari Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang menyebutkan bahwa tingkat optimisme pelaku bisnis pada kuartal III/2018 sebesar 108,05 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal II/2018 sebesar 112,82.

"Kondisi bisnis kuartal III/2018 terus tumbuh, tetapi optimisme pelaku bisnis lebih rendah dari kuartal sebelumnya," kata Kepala BPS Suhariyanto, saat merilis keterangan tersebut di Kantor BPS, Senin (5/11/2018).

Dirinya menerangkan bahwa komponen pembentuk ITB tersebut yakni terjadinya penurunan pendapatan usaha dan penurunan penggunaan kapasitas usaha, meskipun pada rata-rata jumlah jam kerja mengalami peningkatan indeks.

Indeks pendapatan usaha menurun menjadi 111,36 dari sebelumnya 122,98. Kemudian untuk penggunaan kapasitas usaha juga menurun dari 114,60 menjadi 110,80, sedangkan untuk rata-rata jumlah jam kerja meningkat menjadi 102,00 dari sebelumnya 100,89.

Sementara itu jika ditilik berdasarkan lapangan usaha, ITB kuartal III/2018 tertinggi adalah kategori lapangan usaha pengadaan gas dan listrik sebesar 123,66; disusul administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 121,84; dan juga kategori pengadaan air, pengelolaan dampak, limbah dan daur ulang 121,72.

"Sedangkan untuk optimisme pelaku usaha terendah terjadi pada lapangan usaha jasa perusahaan 100,22," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indeks tendensi bisnis

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top