China Siapkan Bursa Saham Khusus Perusahaan Teknologi Tinggi

Langkah ini dilakukan seiring dengan janji Presiden Xi Jinping untuk langkah-langkah lebih terbuka demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi China.
Aprianto Cahyo Nugroho | 05 November 2018 16:36 WIB
Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berfoto dengan Presiden China Xi Jinping beserta istri.

Bisnis.com, JAKARTA - China akan mendirikan pasar saham baru di Shanghai yang akan memudahkan perusahaan-perusahaan teknologi tinggi untuk mengakses pendanaan.

Langkah ini dilakukan seiring dengan janji Presiden Xi Jinping untuk langkah-langkah lebih terbuka demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi China.

Dalam pidato pembukaan Pameran Impor Internasional China pada Senin (5/11/2018), Presiden Xi Jinping mengatakan Shanghai Stock Exchange juga akan memulai program percontohan pada sistem pendaftaran penawaran umum perdana (IPO)

Dilansir Bloomberg, salah seorang sumber mengatakan pasar modal baru tersebut, yang mungkin mengesampingkan pendapatan dan persyaratan pendapatan perusahaan, akan beroperasi di Shanghai Stock Exchange, dan dapat dibuka pada awal tahun depan.

"Ada sedikit atau tidak ada antisipasi terhadap sesuatu seperti ini, dan reaksi di masyarakat sejauh ini cukup diredam atau tenang," kata Tom Wang, manajer portofolio di Shenzhen Qianhai Youjoy Capital Management, seperti dikutip Bloomberg.

"Tidak ada rincian tentang kebijakan pendukung ini, tapi jika diartikan secara gamblang, itu bisa berarti memungkinkan perusahaan yang merugi untuk go public."

Regulator Sekuritas China (China Securities Regulatory Commission/CSRC) akan bergerak dengan melakukan uji coba bursa yang terfokus pada emiten teknologi tinggi pada kecepatan yang terukur, dan akan mendorong investor yang lebih kecil untuk berpartisipasi melalui reksa dana, menurut pernyataan dari regulator setelah pidato Xi.

Perusahaan yang ingin mendaftar akan tunduk pada persyaratan profitabilitas dan kepemilikan yang berbeda dibandingkan dengan bursa saham yang ada, ungkap CSRC.

Para pembuat kebijakan sedang mencari cara untuk menggenjot pasar saham China, yang telah melewatkan perusahaan dalam negeri bernilai lebih dari US$1 triliun karena melakukan go public di bursa luar negeri.

Regulator telah menyusun aturan yang akan memungkinkan perusahaan seperti Alibaba Group Holding Ltd. untuk mencatatkan saham di pasar dalam negeri, dan upaya sedang dilakukan untuk mendorong perusahaan-perusahaan teknologi besar domestik untuk IPO di bursa Shanghai atau Shenzhen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top