Pertumbuhan Ekonomi Masih Dominan di Jawa, Begini Penjelasan Darmin

Pemerintah mengakui pulau Jawa masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi mencapai 58,57% dari pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III/2018 sebesar 5,17%.
Rinaldi Mohammad Azka | 06 November 2018 12:54 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono (kanan) saat pembukaan Indonesia Palm Oil Conference 2018 and 2019 Price Outlook (IPOC 2018) di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengakui pulau Jawa masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi mencapai 58,57% dari pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III/2018 sebesar 5,17%. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan konsentrasi perekonomian di seluruh Indonesia berbeda. Menurutnya, pertumbuhan di Pulau Jawa ditopang oleh industri dan pertanian, sementara di luar Jawa berasal dari pertanian dan sumber daya alam.

"Pertumbuhan kita itu memang begini, pertumbuhan antara luar Jawa dan Jawa itu memang tergantung situasi. Jadi kalau harga komoditas perkebunan misalnya belum membaik memang luar Jawa itu sedikit akan tertinggal, sedikit ya tidak banyak," terangnya seusai mengisi pembekalan calon Duta Besar di Kantor Kementerian Luar Negeri, Selasa, (6/11/2018).

Menurutnya, karena Jawa itu pertumbuhannya berasal dari industri dan pertanian sehingga secara struktur Jawa memiliki peran besar, terutama dalam lapangan usaha utama sebagai penopang pertumbuhan.

Berdasarkan struktur PDB, pertumbuhan ditopang oleh lapangan usaha industri sebesar 19,66%, pertanian 13,53%, perdagangan 13,02%, konstruksi 10,36% dan pertambangan sebesar 8,11%.

Sektor pertambangan dan pertanian tumbuh hanya 2,68% dan 3,62%, sementara industri tumbuh 4,33%. "SDA itu pertambangan sebenarnya mulai membaik, tapi perkebunan belum," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top