Pengangguran SMK Tinggi, Ini Kata Jokowi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat pengangguran terbuka untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24% pada Agustus 2018.
Yodie Hardiyan | 06 November 2018 15:28 WIB
Siswa merangkai alat penghemat bahan bakar untuk sepeda motor dalam Gelar Teknologi Sekolah Menengah Kejuruan 2015 di Denpasar, Bali, Jumat (8/5). - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat pengangguran terbuka untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24% pada Agustus 2018.

Pada Agustus 2018, secara keseluruhan, tingkat pengangguran di Indonesia sebesar 5,34% atau turun dibandingkan dengan 5,5% pada Agustus 2017. Jumlah penganggur di Indonesia mencapai 7 juta orang per Agustus 2018, berdasarkan data BPS.

Ditanya oleh wartawan mengenai data terbaru mengenai tingkat pengangguran tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan salah satu fokus pemerintah adalah memperbaiki kualitas sekolah vokasi. " Yang namanya vocational training, vocational school, masih jadi sebuah fokus kita, konsentrasi kita untuk memperbaiki kualitasnya, sehingga SDM (sumber daya manusia) kita betul-betul siap masuk dunia kerja," kata Presiden.

Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kualitas sekolah vokasi adalah bekerjasama dengan pemerintah negara lain. Menurutnya, kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jerman terus berlanjut dalam hal sekolah vokasi. Presiden menyebutkan, salah satu perusahaan Jerman yaitu Siemens, bersedia membantu dalam hal pelatihan vokasi.

Sementara itu, terkait angka pengangguran yang menurun, Presiden mengatakan hal tersebut wajib disyukuri. Seperti diketahui, BPS melaporkan jumlah pengangguran berkurang 40.000 orang dalam setahun terakhir, sesuai data tingkat pengangguran di Indonesia yang turun menjadi 5,34% per Agustus 2018.

"Kalau angka pengangguran menurun, jumlahnya masih di atas 5% lebih sedikit, saya kira angka persentase seperti itu wajib kita syukuri," kata Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pengangguran, Sekolah Menengah Kejuruan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top