Menko Darmin Nasution: Ekonomi Indonesia Cukup Kuat Hadapi Gejolak Global

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2018 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal kedua tahun ini, tetapi secara keseluruh ekonomi Indonesia cukup resisten terhadap gejolak ekonomi global.
Puput Ady Sukarno | 06 November 2018 17:50 WIB
CENTRAL BANKING FORUM 2018 President and CEO The Federal Reserve Bank of New York John Williams (kiri) berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat mengikuti acara Central Banking Forum 2018 di Nusa Dua Bali, Rabu (10/10). Acara tersebut membahas tentang kondisi perbankan saat ini juga isu-isu global menegenai pebankan/JIBI/Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2018 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal kedua tahun ini, tetapi secara keseluruh ekonomi Indonesia cukup resisten terhadap gejolak ekonomi global.

"Ya bukannya tidak terpengaruh, ya pasti terpengaruh seperti terlihat dari ekspor kita. Tapi kalau dilihat konsumsi rumah tangga dan investasi pembentukan modal kan masih oke," ujarnya, di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (5/11/2018) malam.

Menurutnya, dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,01% dan investasi 6,96%, kondisi tersebut dinilai masih cukup baik untuk menghadapi gejolak global yang sudah terakumulasi saat ini, mulai dari normalisasi kebijakan moneter di negara maju, perang dagang, dan harga minyak yang meningkat.

Oleh sebab itu, lanjut dia, dengan melihat atas kondisi tersebut, market pun juga mengapresiasi positif dengan membaiknya posisi nilai tukar rupiah yang menguat beberapa hari terakhir ini.

"Walaupun belum signifikan tetapi rupiah kita juga stabil di bawah Rp15.000/US$ dalam beberapa hari terakhir ini," ujarnya.

Darmin  mengakui bahwa selain menjaga kondisi konsumsi rumah tangga dan juga investasi, sejatinya pertumbuhan ekonomi akan semakin baik jika di dukung oleh realisasi ekspor yang juga baik.

Namun demikian, dirinya mengakui bahwa saat ini kondisi realisasi ekspor Indonesia masih belum sesuai seperti yang diharapkan.

"Memang ekspor susah tercapai di tengah kondisi perang dagang seperti ini, karena hampir tidak ada negara yang membaik ekspornya maupun pertumbuhan industrinya di dalam periode perang dagang seperti saat ini," ujarnya.

Meski demikian, Darmin menegaskan bahwa pihaknya tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun tetap bisa menyentuh 5,2%. Pasalnya, pemerintah saat ini juga tengah mempersiapkan sejumlah kebijakan baru yang bakal dikeluarkan dalam waktu dekat.

"Kelihatannya masih bisa untuk capai 5,2% lagi sehingga rata-ratanya nanti jadi 5,2%. Memang kita harus menambah lagi beberapa kebijakan yang sekarang itu sudah kita siapkan dan dalam waktu dekat akan kita keluarkan," ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi kuartal III/2018 tumbuh sebesar 5,17% dengan produk domestik bruto (PDB) total sebesar Rp3.835,6 triliun.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal yang sama tahun lalu yang hanya 5,06% (yoy). Namun demikian, masih lebih rendah dibandingkan dengan kuartal II/2018 yang sebesar 5,27%.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top