Ekonomi Digital Sumbang 12 Persen PDB pada 2020  

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tumbuh mencapai US$130 miliar pada 2020 atau sebanyak 12 persen dari produk domestik bruto (PDB) .
Ni Putu Eka Wiratmini | 07 November 2018 15:51 WIB

Bisnis.com, NUSA DUA – Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tumbuh mencapai US$130 miliar pada 2020 atau sebanyak 12% dari produk domestik bruto (PDB) .

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai dengan kondisi itu, Indonesia akan menjadi rumah bagi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dan melebihi negara-negara lain di kawasan ini. Dia optimistis kondisi ini akan tercapai lantaran Indonesia saat ini berada pada posisi di belakang China, India, dan Jepang sebagai ekonomi digital dan kreatif terbesar di Asia Tenggara.

“Ini jelas merupakan kabar baik, karena nilai investasi Indonesia membaik, dan iklim investasinya bersama dengan ekonomi digitalnya yang berkembang pesat menjadi sangat menarik bagi perusahaan perusahaan rintisan,” katanya, Rabu (7/11/2018).

Dia menambahkan optimisme itu juga lantaran peran generasi muda dalam teknologi yang sangat besar. Generasi muda dinilai sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Menurutnya, generasi muda atau milenial adalah aktor yang mendorong digitalisasi. Sebab, mereka paham teknologi dan mudah menyerap tren baru.

Adapun pencipta startup unicorn Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak merupakan anak muda. Sebanyak 43,7 juta gamer online, pengguna, dan pembeli aplikasi game di Indonesia juga kaum muda. Adapun para gamer muda hingga pembeli produk lewat aplikasi adalah orang-orang yang meningkatkan penilaian pasar game di Indonesia hingga USD 879,7 juta di 2017.

“Dan ini hanya satu sub sektor kreatif, belum lagi sektor ekonomi digital lainnya, seperti pasar, e-money, iklan online, mesin pencari komersial, dan sebagainya,” katanya.

Tambahan populasi kaum muda akan menjadi kekuatan pendorong ekonomi digital. Diperkirakan pada 2030 akan ada tambahan hingga 180 juta pemuda usia produktif.

Rudiantara yakin pertumbuhan remaja usia kerja pada tahun 2030 akan memberikan kontribusi pada munculnya kelas menengah baru. Kelas menengah baru diperkirakan akan meningkat sebesar 90 juta untuk menjadi 135-170 juta pada tahun 2030.

“Ini mungkin membuat Indonesia ekonomi terbesar kelima di dunia dalam hal Purchasing Power Parity,” katanya.

Kata dia, saat ini, pertumbuhan ekonomi digital secara global sangatlah cepat yakni hampir dua kali lipat antara tahun 2000 dan 2016. Ekonomi digital juga tumbuh 2,5 kali lebih cepat daripada GDP global selama periode tersebut. Dengan asumsi tingkat pertumbuhan dan investasi digital selama 10 tahun ke depan, diperkirakan bahwa pada tahun 2025 ekonomi digital akan menjadi US$ 23 triliun secara global atau 24,3% dari PDB global.

“Ini terus menerus mengubah banyak industri lain, dengan teknologi informasi dan komunikasi sebagai kemungkinan utama,” katanya.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi digital

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top