Utang Italia Tinggi, ECB Ingatkan UE Terkait Kedisiplinan Fiskal

Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi dikabarkan kembali mengingatkan bahwa utang Italia yang tinggi membutuhkan kedisiplinan fiskal yang melebihi mandat dari regulasi Uni Eropa.
Dwi Nicken Tari | 07 November 2018 19:04 WIB
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi dikabarkan kembali mengingatkan bahwa utang Italia yang tinggi membutuhkan kedisiplinan fiskal yang melebihi mandat dari regulasi Uni Eropa.

Menurut dua orang sumber dari pejabat UE, Draghi menyampaikan hal tersebut dalam rapat tertutup ketika menteri keuangan dari seluruh Benua Biru berkumpul di Brussels pada awal pekan ini. 

Adapun dalam pertemuan tersebut, kritik terhadap anggaran pemerintah Italia yang tidak sesuai dengan kebijakan fiskal UE telah banyak berdatangan dari negara-negara lain di Benua Biru.

“Di dalam pertemuan tersebut, Draghi—mantan Gubernur Bank Sentral Italia—mengingatkan tingkat utang Italia yang tinggi dan rendahnya pertumbuhan ekonomi membutuhkan tanggung jawab yang ‘melebihi aturan UE’,” kata dua orang sumber, seperti dikutip Reuters, Rabu (7/11/2018).

Sebelumnya, Draghi secara publik telah mengingatkan Italia bahwa aksi jual obligasi pemerintah Italia pada Oktober sebagai akibat dari perselisihan proposal anggaran dengan Brussels dapat merusak kapital perbankan Italia yang memiliki 375 juta euro (US$430,80 miliar) surat utang.

Adapun perwakilan dari ECB menolak memberikan komentar mengenai kabar tersebut.

Selanjutnya, Komisi Eropa dalam pertemuan para menteri tersebut juga menyampaikan bakal mempertimbangkan untuk memberlakukan prosedur disipliner terhadap Roma, yang dapat berujung pada pemberlakuan sanksi, jika berkas anggaran Italia untuk tahun depan tidak diubah menjelang tenggat waktu pada 13 November 2018.

Adapun negara-negara di Zona Euro tampil mendukung Komisi Eropa dan mendesak agar Italia segera merevisi anggarannya dan menyesuaikan dengan aturan UE.

Beberapa menteri keuangan dari negara-negara Eropa menyampaikan bahwa mereka khawatir dengan biaya pinjaan yang tinggi dan rencana pengeluaran di Italia dapat mengancam mata uang euro dan memperlambat integrasi Zona Euro.

Adapun pemerintah Italia yang eurosceptic telah memicu perselisihan dengan UE pada tahun lalu ketika memberikan revisi anggaran dengan defisit struktural mencapai 0,8% dari PDB pada 2019, atau di atas aturan UE yang sebesar 0,6% terhadap PDB.

Namun demikian, tekanan dari negara-negara UE tampaknya tidak akan mengubah pendirian Menkeu Italia Giovanni Tria. Ketika dia meninggalkan pertemuan, dia justru menekankan tidak ada perubahan terhadap anggaran belanja negaranya.

Di sisi lain, seorang sumber menyampaikan, dalam rapat tertutup sebenarnya Tria tampak lebih bisa diajak erunding dan tidak menolak pernyataan bersama dari para menkeu Zona Euro untuk mengimbau dilakukan revisi anggaran belanja Italia.

Tag : ecb
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top