KABAR PASAR: Menjaga Kredit tumbuh 2 Digit, Defisit Kian Membesar

Berita terkait pertumbuhan kredit perbankan pada 2019 serta proyeksi pelebaran deficit transaksi berjalan menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (9/11/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 09 November 2018 08:44 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menperin Airlangga Hartarto (kiri), Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Menhub Budi Karya Sumadi dan Mendag Enggartiasto Lukita menekan tombol pelepasan ekspor komoditas Indonesia menggunakan kapal kontainer berukuran raksasa, di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait pertumbuhan kredit perbankan pada 2019 serta proyeksi pelebaran deficit transaksi berjalan menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (9/11/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Menjaga Kredit Tumbuh 2 Digit.Pertumbuhan kredit perbankan pada 2019 diprediksi moderat, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian dua digit tahun ini akibat persaingan ketat perebutan dana dan suhu politik yang kian menghangat. (Bisnis Indonesia)

Defisit Kian Membesar. Pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) diproyeksikan terus berlanjut pada kuartal III/2018. Konsensus ekonom yang dihimpun Bisnis menyebutkan bahwa defisit transaksi berjalan kemungkinan menembus angka di atas 3%—3,4%.

Ratifikasi Perjanjian Perlu Kehati-hatian. Pemerintah dingatkan untuk lebih berhati-hati dalam meratifikasi sejumlah perjanjian perdagangan internasional di tengah tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. (Bisnis Indonesia)

Inalum Siap Membayar Saham Freeport Indonesia. Harapan PT Inalum menguasai 51,2% saham PT Freeport Indonesia (Freeport) mendekati kenyataan. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) baru saja menerbitkan surat utang global senilai US$ 4 miliar. (Kontan)

Rupiah & Minyak Bisa Kurangi Penerimaan. Sejumlah asumsi makro kembali bergejolak dan menyimpang dari perkiraan, khususnya di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang baru sah belum lama ini. Namun pemerintah tak akan buru-buru menyiapkan rancangan APBN karena ketidakpastian dari eksternal masih akan berlangsung hingga tahun depan. (Kontan)

Pungutan Cukai Plastik Berlaku 2019. Gagal terlaksana tahun ini, pengenaan cukai plastik direncanakan berlaku tahun depan. Kali ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai optimistis penambahan barang kena cukai (PBKC) melalui penerapan cukai plastik bisa terlaksana. Alasannya, persiapan regulasi cukai plastik nyaris tuntas. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top