Defisit Neraca Transaksi Berjalan Diproyeksikan Melebar

Ekonom memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang akan dirilis hari ini melebar. Ini disebabkan oleh defisit neraca jasa menahun berkombinasi dengan defisit perdagangan.
Rinaldi Mohammad Azka | 09 November 2018 09:43 WIB
Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Jakarta - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA--Ekonom memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang akan dirilis hari ini melebar. Ini disebabkan oleh defisit neraca jasa menahun berkombinasi dengan defisit perdagangan.

Ekonom Bank Central Asia, David Sumual menuturkan setidaknya CAD akan melebar menjadi 3,3% terhadap PDB pada kuartal III/2018. Posisi ini lebih lebar dari kuartal II/2018 yang mencapai 3% terhadap PDB.

"Prediksinya lebih besar dari kuartal II melebar ke 3,3% terhadap PDB, utamanya dari barang, jasa dan pendapatan, kita lebih kecil dari sisi ekspor melemah dan impor meningkat. Kita dari defisit barang saja akan defisit 2,8% terhadap PDB, belum dari jasa dan pendapatan," ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (9/11/2018) malam.

Lebih lanjut secara total dia memperkirakan defisit berkisar US$8 miliar--US$8,5 miliar.

Dari data yang diperoleh Bisnis, Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III/2018 akan mengalami defisit sebesar US$4,4 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, yaitu US$4,3 miliar.

Dengan defisit NPI yang terus melebar, NPI keseluruhan tahun ini bisa dipastikan akan berbalik defisit dari posisi surplus pada tahun lalu sebesar US$11,6 miliar.

Tag : defisit transaksi berjalan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top