BI: Rupiah Menguat Berkat Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2018 yang mencapai 5,17% menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan rupiah. 
Hadijah Alaydrus | 09 November 2018 17:27 WIB
Ekonomi Indonesia pada kuartal III - 2018 tumbuh 5,17%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal yang sama tahun lalu 5,06% (yoy). Adapun, produk domestik bruto (PDB) total sebesar Rp3.835,6 triliun. Capaian yang cukup baik, mengingat kuartal sebelumnya banyak disumbang oleh faktor Lebaran dan THR.

Bisnis.com, JAKARTA—Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2018 yang mencapai 5,17% menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan rupiah. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan faktor yang mendorong stabilitas dan penguatan rupiah pada minggu ini memang berasal dari dalam dan luar negeri. 

"Dalam negeri ada pertumbuhan ekonomi yang memang lebih baik dari yang diperkirakan dan juga confidence terhadap kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah," ungkap Perry, Jumat (9/11/2018).

Dalam kebijakan tersebut, Perry mengatakan instrumen DNDF yang telah berjalan sejak awal November lalu turut berperan menjaga stabilitas nilai tukar. 

Faktor dari eksternal, lanjut Perry, terkait dengan meredanya ketegangan hubungan perdagangan antara AS dan China. 

Dalam kesempatan ini, dia menegaskan rupiah memang bergerak sesuai dengan mekanisme pasar. 

Aliran modal asing yang masuk ke dalam negeri, terutama pasar SBN, turut berpengaruh dalam mendorong penguatan rupiah. Selama sebulan ini, BI mencatat aliran modal asing masuk ke pasar SBN dalam negeri telah mencapai Rp14,4 triliun.

"Sehingga posisi modal asing di pasar SBN year to date  mencapai Rp42,6 triliun," kata Perry. 

Aliran modal asing yang mulai kembali datang tersebut telah menguatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Tanah Air. 

BI mencatat perbaikan modal asing masuk di pasar saham. Dalam kurun satu bulan, aliran modal asing yang masuk ke pasar saham tercatat sebesar Rp5,5 triliun. 

Kendati membaik, Perry mengakui posisi net inflow di pasar saham sejak awal tahun hingga hari ini (year to date/ytd) masih negatif. 

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top