Kemenkeu Terus Dorong Peran Sukuk dalam Pembiayaan

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mendorong peran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara dalam pembiayaan terutama dalam proyek infrastruktur.
Rinaldi Mohammad Azka | 16 November 2018 18:30 WIB
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mendorong peran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara dalam pembiayaan terutama dalam proyek infrastruktur.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), tercatat 587 proyek di 9 Sektor pada 2018 yang dibiayai menggunakan sukuk. Pada 2019, pemerintah berencana meningkatkan jumlah proyeknya menjadi 619 proyek di 14 Sektor.

Sektor-sektor proyek yang dibiayai antara lain meliputi perkeretaapian, jalan & jembatan, infrastruktur sumber daya air, asrama haji, gedung perguruan tinggi negeri, balai nikah dan manasik haji, madrasah, infrastruktrur lingkungan hidup dan kehutanan, serta laboratorium.


Pembiayaan proyek SBSN sepanjang 2013 hingga 2018 telah mencapai Rp62,4 triliun. Capaian pembangunan infrastruktur yang dibiayai SBSN menunjukkan perkembangan peran yang semakin besar setiap tahunnya.

Kepala Sub Direktorat Peraturan SBSN dan Pengelolaan Aset SBSN, DJPPR, Kemenkeu Agus Prasetya Laksono, menuturkan SBSN merupakan salah satu sumber pembiayaan yang perannya terus didorong.

“Proyek yang dibiayai SBSN tidak ditujukan untuk menghasilkan pendapatan, sehingga  pembayaran pokok dan imbalan tidak berasal dari pendapatan proyek tersebut, namun berasal dari penerimaan umum Pemerintah dan dialokasikan tiap tahun pada APBN”, jelasnya seperti dikutip keterangan pers, Jumat (16/11/2018).

Mekanisme pembiayaan proyek SBSN diatur dalam PP No. 56/2011, termasuk kriteria proyek yang dapat dibiayai serta mekanisme pengusulannya. Instrumen SBSN ini, yang dikenal dengan Project Financing Sukuk/Sukuk Proyek, digunakan untuk pembiayaan proyek infrastruktur secara earmarked.

Sukuk Proyek memberikan manfaat dalam pembiayaan pembangunan nasional yang strategis secara lebih mandiri, dan mengoptimalkan pemanfaatan dana pembiayaan untuk belanja modal/investasi yang lebih produkti.

Dengan instrumen yang ditawarkan jelasnya, ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam membiayai pembangunan proyek pemerintah. 

Selain itu, Sukuk Proyek juga telah membiayai proyek strategis nasional, antara lain infrastruktur perkeretaapian Trans Sulawesi & double track selatan Jawa, serta membantu penerapan inovasi rekayasa teknologi karya anak bangsa yang mendapat pengakuan dunia, seperti yang sudah dilakukan pada  proses pengerjaan Tunnel Kereta Api yang pertama sejak zaman Belanda di Banyumas.

"Inisiatif positif juga terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek SBSN. Penggunaan desain berulang untuk proyek dengan jumlah banyak dengan tipe konstruksi yang sejenis, mengkombinasikan sumber pendanaan, memanfaatkan teknologi untuk percepatan proyek dan mengembangkan skema kombinasi sumber pembiayaan atau blended finance," tuturnya.

Tag : pembiayaan, sukuk
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top