Jokowi-Xi Jinping Bahas Perdagangan Hingga Ekonomi Digital di APEC

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela KTT APEC.
Amanda Kusumawardhani | 18 November 2018 10:49 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping (kedua kanan) menyaksikan penandatanganan perjanjian fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional China Hu Huaibang, di Gedung Great Hall of the People, Beijing, China, Minggu (14/5). - Antara/Bayu Prasetyo

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela KTT APEC.

Mengawali pertemuan, Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Presiden Xi Jinping atas kesuksesan China menggelar pameran internasional ekspor di Shanghai yang berlangsung belum lama ini.

"Saya ingin menyampaikan selamat atas penyelenggaraan The 1st China International Import Export Expo di Shanghai baru-baru ini, di mana Indonesia menjadi 'Negara Kehormatan'," ujar Presiden, dikutip dari keterangan resminya, Minggu (18/11/2018).

Selain itu, Presiden juga mengapresiasi China atas ucapan simpati dan kerja sama yang diberikan dalam penanganan bencana alam di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Kedua kepala negara kemudian membahas beberapa hal terkait hubungan kedua negara. Dalam bidang perdagangan, Presiden berharap kedua negara dapat bekerja sama mengatasi defisit perdagangan Indonesia-China melalui berbagai cara, antara lain kemudahan bagi ekspor buah tropis dari Indonesia ke China, seperti nanas segar, buah naga, alpukat, rambutan, mangga, pisang, dan durian.

"Kemudahan bagi impor sarang burung walet asal Indonesia," lanjutnya.

Presiden juga berharap keberlanjutan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya, termasuk kerja sama pengembangan biodiesel seperti biofuel B5, B20 dan replantasi kelapa sawit. Selain itu, Presiden ingin agar China tidak menerapkan kuota atau anti-dumping untuk produk manufaktur Indonesia seperti besi baja.

"Saya juga harap Yang Mulia dapat mendorong wisatawan China untuk berkunjung ke Indonesia khususnya ke Bali dan 10 Bali baru," imbuhnya.

Kedua kepala negara juga membahas mengenai kerjasama di bidang investasi, termasuk untuk mengembangkan industri 4.0.

Tag : ktt apec
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top