BI Pasang Target Konservatif untuk Pertumbuhan Indonesia 2019

Bank Indonesia menetapkan target konservatif terhadap pertumbuhan Indonesia pada tahun depan, yakni 5,1%-5,2%.
Hadijah Alaydrus | 18 November 2018 15:28 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia menetapkan target konservatif terhadap pertumbuhan Indonesia pada tahun depan, yakni 5,1%-5,2%.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan target konservatif ini didasari oleh pergerakan suku bunga AS yang masih akan meningkat pada tahun depan. 

"BI ambil conservative stance bahwa kemungkinan AS menaikkan suku bunga 3 kali sehingga kita harus tetap prudent," kata Mirza, Jumat (16/11).

Dia membenarkan bahwa pergerakan suku bunga AS banyak mempengaruhi ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 18 tahun terakhir.

Mirza mencontohkan ketika tragedi WTC terjadi, suku bunga AS turun. Begitupun dengan suku bunga di dalam negeri dan kondisi ini diikuti oleh kurs rupiah yang menguat.

Pada periode 2004-2005, ketika suku bunga AS kembali naik. Akibatnya, kurs rupiah melemah dan suku bunga Indonesia terpaksa naik. 

Namun, Indonesia berhasil menurunkan suku bunga ketika AS menaikkan suku bunganya pada 2016-2017.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena pemerintah dan BI berhasol mengendalikan inflasi ke kisaran 3% dan defisit transaksi berjalan bisa diturunkan dari 4% lebih menjadi di bawah 2%.

Sayangnya, kondisi ini tidak bertahan lama. Pasalnya, defisit transaksi berjalan melebar seiring dengan kenaikkan impor, meskipun inflasi tetap terkendali. 

Kondisi ini yang menyebabkan Indonesia membutuhkan devisa yang kuat.

"Sehingga kami harus naikkan bunga dan pemerintah harus melakukan program pengendalian impor dan meningkatkan ekspor untuk mengendalikan defisit," ujarnya.

Tag : bank indonesia, Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top