KABAR PASAR 19 NOVEMBER: Perkuat Sinergi Negosiasi Dagang, Soekarno-Hatta Jilid II Dibangun 2021

Sejumlah berita menjadi berita utama media massa hari ini, Senin (19/11/2018), di antaranya agresivitas Indonesia dalam membuat pakta kerja sama perdagangan dan target pembangunan bandara Soekarno-Hatta kedua.
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 November 2018 08:14 WIB
Bandara Soekarno Hatta - wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi berita utama media massa hari ini, Senin (19/11/2018), di antaranya agresivitas Indonesia dalam membuat pakta kerja sama perdagangan dan target pembangunan bandara Soekarno-Hatta kedua.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Perkuat Sinergi Negosiasi Dagang. Agresivitas Indonesia dalam membuat pakta kerja sama perdagangan dan ekonomi komprehensif untuk memacu ekspor nasional harus dibarengi dengan sinergi yang kuat antarlembaga pemerintah. (Bisnis Indonesia)

Soekarno-Hatta Jilid II Dibangun 2021. PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua yang menelan dana sekitar Rp100 triliun bisa direalisasikan mulai 2021 guna mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang. (Bisnis Indonesia)

Realisasi Komitmen Investasi Minim. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat bahwa selama 7 tahun terakhir, dari 100% komitmen investasi yang masuk, rata-rata realisasi investasi per tahunnya untuk Penanaman Modal Asing (PMA) hanya 32% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 29%. (Bisnis Indonesia)

BI Perkirakan PDB Tumbuh 5,2%. Bank Indonesia menetapkan target konservatif terhadap pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto/PDB) Indonesia pada tahun depan, yakni 5,1%-5,2%. Target pertumbuhan tersebut lebih rendah dari target pertumbuhan yang dipatok dalam RAPBN 2019 sebesar 5,3%. (Bisnis Indonesia)

Setoran PPN Dalam Negeri Tertekan. Selain memengaruhi kinerja neraca perdagangan, tingginya impor juga mulai menekan performa penerimaan PPN dalam negeri. Data Direktorat Jenderal Pajak per Oktober 2018 menunjukkan pertumbuhan PPN dalam negeri hanya 8,9% atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mampu tumbuh pada angka 12,97%. Kinerja PPN dalam negeri tersebut jauh berbeda dengan pertumbuhan PPN impor yang mampu tumbuh 28,1%. (Bisnis Indonesia)

Kominfo Cabut Izin Frekuensi First Media. Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kominfo) bakal mencabut Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) 2,3 GHz dari tiga perusahaan yang menunggak pembayaran sejak tahun 2016. Tiga perusahaan itu yakni PT First Media Tbk (KBLV), PT Internux, dan PT Jasnita Telekomindo. Keputusan itu muncul setelah Kominfo mengirimkan tiga kali peringatan, tapi tidak digubris. (Kontan)

Bunga Naik, Penerbitan Saham Baru Semarak. Emiten beramai-ramai menjaring dana segar melalui penerbitan saham baru. Aksi ini dipilih agar dapat menekan risiko biaya di tengah era bunga tinggi. Apalagi, BI kembali menaikkan suku bunga acuan jadi 6%. (Kontan)

Karpet Merah Digelar Lebar bagi Asing. Pemerintah akan membentangkan karpet merah bagi investasi asing, mulai tahun depan. Setidaknya penanaman modal asing (PMA) hingga 100% akan dibuka bagi 28 bidang usaha atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top