Kelas Menengah Atas Nikmati Peningkatan Mobilitas Sosial

Kelompok masyarakat kelas menengah atas menikmati peningkatan pendapatan, edukasi, ketenagakerjaan, dan kepemilikan rumah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orangtua mereka.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 20 November 2018  |  15:30 WIB
Kelas Menengah Atas Nikmati Peningkatan Mobilitas Sosial
Belanja di mal adalah salah satu kegiatan ekonomi kalangan menengah atas. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR - Kelompok masyarakat kelas menengah atas menikmati peningkatan pendapatan, edukasi, ketenagakerjaan, dan kepemilikan rumah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orangtua mereka.

Bambang Simarno, Head of Retail Banking Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan studi terbaru bank ini menunjukkan lebih dari separuh (54%) kelompok masyarakat kelas menengah atas (‘emerging affluent’) di Indonesia menikmati peningkatan mobilitas sosial. 

“Dari angka tersebut, sebanyak 4% dari kelompok tersebut menikmati peningkatan yang sangat pesat, tidak hanya dibandingkan dengan generasi sebelumnya, namun juga terhadap tren mobilitas sosial secara keseluruhan,” katanya, dikutip dari rilis Selasa (20/11/2018). 

Studi Standard Chartered bertajuk “The Emerging Affluent Study 2018 – Climbing the Prosperity Ladder” ini menganalisis pandangan dari 11.000 konsumen masyarakat  kelas menengah atas,  golongan individu dengan penghasilan yang memadai untuk menabung dan berinvestasi.

Hasil studi menyebut tingkat rata-rata mobilitas sosial pada kelompok masyarakat kelas menengah atas di 11 negara yang diteliti yakni di wilayah Asia, Afrika dan Timur Tengah, mencapai 59% dan dari jumlah tersebut 7% mengalami peningkatan yang sangat cepat. 

Mobilitas Sosial

Di Indonesia, masyarakat yang mengalami mobilitas sosial (socially mobile), seperti yang diidentifikasi dalam studi, mengalami lonjakan pendapatan, lebih dari sepertiganya (36%) menikmati peningkatan pendapatan sebesar 10% atau lebih, dalam kurun waktu satu tahun terakhir. 

Angka yang sama (36%) bahkan menikmati lonjakan pendapatan hingga 50% atau lebih, dalam lima tahun terakhir; ini merupakan peningkatan pendapatan tertinggi dibandingkan negara–negara lain selama periode studi dilakukan. 

Lebih jauh, kelompok mobilitas sosial di Indonesia seperti yang dijelaskan dalam studi juga memiliki tingkat edukasi yang lebih tinggi dan mampu mencapai tingkat karir dan kepemilikan rumah yang lebih tinggi dibandingkan orangtua mereka. 

Sekitar 83% dari mereka mengenyam pendidikan tinggi setara universitas dibandingkan dengan hanya 55% ayah mereka dan kurang dari 46% ibu mereka; dan 71% berada di posisi manajerial atau merintis bisnis mereka sendiri dibandingkan dengan hanya 60% ayah dan 38% ibu mereka.

Sebanyak 94% dari kelompok socially mobile juga memiliki rumah sendiri, dibandingkan dengan 82% orangtua mereka di usia yang sama.

Optimisme Kelas Menengah

Tingkat optimisme di antara kelompok masyarakat kelas menengah atas di Indonesia bahkan lebih tinggi dibandingkan realitas umumnya, di mana 77% percaya mereka berada di posisi finansial yang lebih baik dibandingkan orangtua mereka. 

Meski begitu, studi ini menemukan sekitar 54% yang benar-benar mengalami mobilitas sosial. Hal ini menunjukkan ada perbedaan sebesar 23% antara persepsi dengan realita; yang juga merupakan selisih tertinggi di antara semua negara dalam studi. 

Kelompok masyarakat yang ambisius ini tengah berada pada jalur peningkatan sosial yang terus meningkat; mereka secara konstan melampaui kesuksesan orangtua mereka dalam hal edukasi, karir dan kepemilikan rumah. 

Seiring dengan tumbuhnya ambisi dan aspirasi, mereka menginginkan layanan finansial tradisional dan teknologi digital yang dapat memperluas akses mereka pada manajemen keuangan dan mendorong kesejahteraan finansial mereka. 

“Ini merupakan suatu perjalanan yang menarik untuk diikuti, di mana mereka tidak hanya memperbaiki kehidupan mereka sendiri, namun juga turut mendorong pertumbuhan di beberapa pasar berkembang di dunia,” katanya.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
orang kaya, kelas menengah

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup