Bank Mandiri Serap Obligasi Rp2,99 Triliun

PT Bank Mandiri (Perseroan) Tbk. mencatatkan penyerapan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap III tahun 2018 dengan hasil bersih sebesar Rp2,99 triliun.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 November 2018  |  21:03 WIB
Bank Mandiri Serap Obligasi Rp2,99 Triliun
Karyawan mengamati proses pencetakan e-money edisi Asian Para Games 2018 di unit produksi kartu Bank Mandiri, di Jakarta, Rabu (3/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Perseroan) Tbk. mencatatkan penyerapan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap III tahun 2018 dengan hasil bersih sebesar Rp2,99 triliun.

Pada PUB I Bank Mandiri Tahap III Tahun 2018 ini adalah bagian dari PUB I Bank Mandiri sebesar Rp14 triliun.

Pada 2016 dan 2017, perseroan telah menerbitkan obligasi masing-masing sebesar Rp5 triliun dan Rp6 triliun melalui PUB I Bank Mandiri Tahap I dan Tahap II.

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, dana hasil penawaran umum tersebut seluruhnya digunakan untuk penambahan pipeline kredit perseroan hingga akhir 2018. 

"[Serapan dana] secara blended untuk memperkuat struktur pendanaan bank, secara umum yang digunakan di seluruh segmen kredit," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (20/11/2018).

Untuk memenuhi kebutuhan likuditas berikutnya, Darmawan menyampaikan, perseroan belum berencana untuk menerbitkan obligasi baru dalam waktu dekat.

Sampai dengan kuartal III/2018 Bank Mandiri mencatatkan rasio intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) sebesar 93,53% atau mengalami kenaikan sebesar 3,61% secara tahunan.

Hal ini bersamaan dengan pertumbuhan penyaluran kredit perseroan sebesar 13,8% secara tahunan, lebih tinggi dari kenaikan penghimpunan dana pihak ketiga pada periode yang sama sebesar 9,2%.

Total portofolio kredit bank pelat merah itu sebesar Rp781,1 triliun dengan kontribusi terbesar dari segmen korporasi besar dan mikro.

Pertumbuhan kredit segmen korporasi besar tercatat sebesar 27,6% menjadi Rp301,4 triliun, sedangkan kredit segmen mikro tumbuh 27,1% menjadi Rp97,5 triliun.

Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun ini sekitar 11% - 13% dengan memfokuskan bisnis pada kredit berlimit besar dan berisiko rendah.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan tabungan menjadi Rp331,6 triliun dan kenaikan giro menjadi Rp204,2 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tercatat tumbuh 9,2% secara tahunan menjadi Rp831,2 triliun dengan komposisi dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 64,46% atau senilai Rp535,8 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup