KABAR PASAR: Dagang-el Tersandung Logistik, Pertamina Bisa Tersenyum Lagi

Sejumlah berita menjadi berita utama media massa hari ini, Jumat (23/11/2018), di antaranya mengenai tantangan perdagangan elektronik di bidang logistik serta pencairan secara bertahap tambahan subsidi energi.
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 November 2018 08:52 WIB
Pelanggan Bisnis Indonesia tengah membaca koran edisi hari ini, Jumat (23 - 11).

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi berita utama media massa hari ini, Jumat (23/11/2018), di antaranya mengenai tantangan perdagangan elektronik di bidang logistik serta pencairan secara bertahap tambahan subsidi energi.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Dagang-el Tersandung Logistik. Booming pertumbuhan perdagangan elektronik atau dagang-el di Tanah Air menyisakan tantangan yang cukup berat, yakni kesiapan logistik dan standar sistem pembayaran digital. (Bisnis Indonesia)

Pertamina Bisa Tersenyum Lagi. Pemerintah mulai mencairkan secara bertahap tambahan subsidi energi, khususnya solar sebagai bagian dari kebijakan penyesuaian besaran subsidi solar yang semula Rp500 menjadi Rp2.000 per liter. (Bisnis Indonesia)

Defisit Indonesia Terbesar Ketiga. Defisit transaksi berjalan pada tahun ini yang diperkirakan melebar hingga 2,8% membuat Indonesia masuk ke dalam posisi ketiga di antara negara berkembang yang berisiko. (Bisnis Indonesia)

OSS masih Bermasalah. Jelang pemindahan pengurusan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), implementasi online single submission (OSS) masih menyisakan sejumlah masalah. (Bisnis Indonesia)

Harga BBM Berpeluang Turun. Harga minyak mentah di pasar global turun. Tren ini seharusnya menjadi acuan bagi badan usaha pengelola pompa bensin (SPBU) untuk menurunkan harga bahan bakar minyak, terutama BBM non-subsidi. (Kontan)

Tax Holiday Bisa Gaet Lebih Banyak Investor. Rencana perluasan fasilitas pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan atawa tax holiday bakal direalisasikan mulai awal pekan dekat. Kebijakan ini diklaim lebih banyak menarik minat investasi. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top