Revolusi Industri 4.0, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Ubah Cara Pandang

Presiden Joko Widodo berharap ada banyak \"agen transformasi\" di Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Yodie Hardiyan | 27 November 2018 17:59 WIB
Pekerja mengawasi mesin bordir komputer di rumah produksi bordir di Jakarta, Senin (15/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA —  Presiden Joko Widodo berharap ada banyak "agen transformasi" di Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Industri 4.0, seperti kerap disebut oleh Presiden dan sejumlah pihak, merupakan istilah mengenai tren terkini dalam proses produksi yang melibatkan teknologi.

Ketika membuka acara Kompas100 CEO Forum Tahun 2018 di Jakarta Jakarta, Selasa (27/11/2018), Presiden kembali mengingatkan rencana pemerintah dalam pembangunan manusia.

Pembangunan sumber daya manusia (SDM), menurut penjelasan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo selama ini, merupakan tahap kedua yang akan dikerjakan oleh pemerintah setelah tahap pertama berupa pembangunan infrastruktur.

Tahapan menunjukkan fokus dan skala prioritas pemerintah. “Kita sedang mendorong pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan kerja. Tapi bukan hanya itu saja, saya ingin di mulai 2019 secara besar-besaran bagaimana kita mengubah mindset [cara pandang], mengubah pola pikir dari yang konsumtif ke yang produktif,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, kapasitas pemimpin di tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, kota, provinsi sampai pemerintah pusat dalam menghadapi revolusi industri 4.0 perlu diperkuat.

“Kita harus bersama-sama melihat ini sebagai sebuah keutuhan, enggak bisa kita berpikir sektor-sektor, sektor-sektor. Enggak akan, sampai kapanpun tidak akan bisa melompat maju kalau cara berpikir kita masih sektoral seperti sekarang yang kita lihat,” tegas Presiden.

Untuk itu, menurut Presiden, kita harus banyak membangun agen-agen transformasi karena perubahan ini begitu sangat cepatnya.

“Yang paling penting memang memperbanyak agen-agen transformasi, baik di tingkat desa yang bisa kepala desa atau bisa di bawahnya, bisa di tingkat kecamatan, bisa di tingkat provinsi, bisa di tingkat kabupaten kota, semuanya,” kata Presiden kepada wartawan sesuai acara.

Selain itu, lanjut Presiden, agen-agen transformasi itu bisa di perusahaan-perusahaan swasta, BUMN, termasuk serikat pekerja.

Tag : jokowi, manufaktur
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top