Pemerintah Alokasikan FAME untuk Biodiesel 6,2 Juta KL pada Tahun Depan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah mengalokasikan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk menjadi bahan campuran pembuatan biodiesel pada tahun depan mencapai sebesar 6,2 juta kiloliter (KL). 
Puput Ady Sukarno | 29 November 2018 21:15 WIB
Kebijakan bauran biodiesel 20% atau B20. - Bisnis/Radityo Eko
Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah mengalokasikan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk menjadi bahan campuran pembuatan biodiesel pada tahun depan mencapai sebesar 6,2 juta kiloliter (KL). 
 
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana memaparkan bahwa kuota FAME sebanyak itu telah habis dialokasikan untuk 19 badan usaha bahan bakar nabati (BUBBN) dan juga 18 badan usaha bahan bakar minyak (BUBBM).
"Terkait program B20 2019, tahun depan kan target kita 6,2 juta KL FAME, ini sudah dibagi habis kepada 19 BUBBN dan 18 BUBBM," ujarnya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Kamis (29/11/2018) malam.
Pihaknya pun menegaskan bahwa dalam waktu dekat aturan terkait hal tersebut juga sudah bakal keluar sehingga bisa segera diimplementasikan. "Kepmen-nya sore ini ditandatangani oleh Pak Menteri [ESDM]," tegasnya.
Saat ini, lanjut dia, Kementerian ESDM sedang menyelesaikan penyusunan terkait lokasi terminal bahan bakar minyak (TBBM). "Saat ini tinggal TBBM-nya di mana, itu lagi disusun oleh Pak Dirjen Migas ESDM," ujarnya.
Menurut Rida, alokasi FAME sebesar 6,2 juta KL tersebut meningkat sekitar 2,3 juta KL dibandingkan dengan 2018. "Itu belum termasuk potensi yang ada di PLN yang kurang lebih bisa akan ada tambahan sekitar 700.000 KL, jadi overall ada potensi kenaikan konsumsi FAME di tahun depan kurang lebih 3 juta KL," ujarnya.
Pihaknya berharap dengan meningkatnya konsumsi FAME tersebut dapat membantu mendorong kenaikan harga crude palm oil (CPO) saat ini sehingga dapat membantu para petani sawit di Tanah Air. 
"Suplai kita kan lagi bagus dan salah satu jalan keluarnya adalah dengan kita meningkatkan konsumsi dalam negeri, terutama melalui program B20," ujarnya. 
Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) M.P. Tumanggor menyatakan bahwa pihaknya siap memenuhi alokasi pengadaan biodiesel yang ditetapkan sebesar 6,3 juta KL selama setahun di 2019 tersebut. 
Menurutnya, produsen biofuel tidak akan mengalami kesulitan memenuhi alokasi tersebut karena kapasitas terpasang produksi sudah cukup besar. "Semua tidak ada masalah. Tahun depan 6,2 juta KL Insyaallah akan tersalurkan dengan baik," tegasnya.
 
Kendati demikian, lanjut Togar, saat ini yang masih menjadi pembahasan adalah menyangkut kesiapan floating storage yang akan digunakan untuk memperlancar penyalurannya.
Tag : Biodiesel
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top