Output Industri Jepang Berekspansi pada Oktober

Dikutip dari Bloomberg, data kementerian perekonomian Jepang menunjukkan output industri meningkat 2,9% pada Oktober dibandingkan September, setelah jatuh dalam lima dari enam bulan sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari estimasi analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 1,2%.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 November 2018  |  07:54 WIB
Output Industri Jepang Berekspansi pada Oktober
Industri di Jepang. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Output industri Jepang berekspansi pada laju tercepat dalam lebih dari 3,5 tahun pada bulan Oktober, menawarkan bukti rebound laju ekonomi dari kontraksi dalam kuartal ketiga tahun ini.

Dikutip dari Bloomberg, data kementerian perekonomian Jepang menunjukkan output industri meningkat 2,9% pada Oktober dibandingkan September, setelah jatuh dalam lima dari enam bulan sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari estimasi analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 1,2%.

Dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), output industri meningkat 4,2%.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen(Consumer Price Index/CPI) Inti yang tidak termasuk makanan segar tetap pada 1% untuk bulan ketiga berturut-turut sementara tingkat pengangguran meningkat, dengan rasio pelamar dibandingkan lapangan kerja turun menjadi 1,62 pada Oktober

Produksi manufaktur untuk bulan Oktober menawarkan salah satu yang terbaik dalam melihat keadaan ekonomi Jepang pada kuartal keempat, setelah serangkaian bencana alam mengganggu aktivitas pada kuartal ketiga, yang menyebabkan produk domestik bruto menyusut.

"Perekonomian Jepang mungkin telah sedikit menurun, terutama karena bencana, tetapi akan bangkit kembali," Akiyoshi Takumori, kepala ekonom di Sumitomo Mitsui Asset Management, mengatakan sebelum rilis data, seperti dikutip Bloomberg.

Inflasi telah menunjukkan sedikit tanda kekuatan dan penurunan harga minyak kemungkinan akan mendorong inflasi jauh dari target 2 persen Bank of Japan, kata Azusa Kato, seorang ekonom senior di BNP Paribas SA, berbicara sebelum rilis data CPI Tokyo.

Sementara pasar tenaga kerja Jepang tetap ketat, BOJ masih menunggu pertumbuhan upah dan inflasi untuk berakselerasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi jepang

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup