Pemerintah Optimistis Rupiah Lanjut Menguat

Pemerintah optimistis rupiah akan terus menguat didorong oleh sentimen fiskal dan moneter yang baik.
Rinaldi Mohammad Azka | 30 November 2018 08:15 WIB
Karyawan menghitung lembaran uang rupiah dan dolar. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah optimistis rupiah akan terus menguat didorong oleh sentimen fiskal dan moneter yang baik.

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 146 poin atau 1% ke level Rp14.383 per dolar AS. Sejalan dengan IHSG, pergerakan rupiah juga terus menguat sepanjang hari ini.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Adriyanto menuturkan rupiah masih memiliki ruang untuk penguatan sebab sentimen dalam negeri masih mendukung untuk masuknya arus modal.

"Saya lihat masih ada potensi untuk penguatan rupiah khususnya dari dalam negeri. Keyakinan investor mengalihkan dana mereka ke dalam negeri juga didorong sentimen positif dari dslam negeri berupa kebijakan fiskal kita yang sehat dan kebijakan Bank Indonesia yang preemptive," tuturnya kepada Bisnis, Kamis (29/11/2018).

Menurutnya, kepercayaan investor terhadap kebijakan ekonomi yang kredibel sangat penting, sebab dengan begitu para investor merasa aman berinvestasi.

Dia melanjutkan, pemerintah Indonesia dapat membuktikan hal ini ke investor bahwa kebijakan perekonomian dikelola secara baik. Kredibilitas tersebut lanjutnya dibangun dari APBN yang stabil dan sehat, kebijakan pemerintah yang pro investasi seperti paket kebijakan ekonomi jilid XVI, serta kebijakan BI yang percaya diri dan independen.

Dia menerangkan selain dari sentimen dalam negeri, potensi penguatan dari luar terutama karena adanya kemungkinan kesepakatan antara Amerika Serikat dan China terkait perang dagang. 

"Saat ini sedang ada pertemuan G20 di Argentina, mudah-mudahan pertemuan Trump dan Xi Jinping dapat menghasilkan kesepakatan yang baik," harapnya.

Tag : IHSG, dolar as
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top