LAPORAN DARI ARGENTINA: Wapres JK Berharap KTT G20 Tidak Alami Kegagalan Seperti APEC

Salah satu kesepakatan yang sangat dinantikan dunia yaitu arah yang jelas terkait perang dagang AS-China yang memanas akhir-akhir ini.
Feni Freycinetia Fitriani | 30 November 2018 12:47 WIB
Duta Besar indonesia untuk Argentina Niniek Kun Naryatie, Menkominfo Rudiantara, Wapres RI Jusuf Kalla, dan Wakil Menlu Abdurrahman Mohammad Fachir menggelar konferensi pers di Buenos Aires, Kamis (29/11/2018). Dalam kegiatan tersebut, Wapres JK memimpin delegasi RI dalam KTT G20 sekaligus melakukan pertemuan bilateral dengan pemimpin Turki dan Kerajaan Arab Saudi./JIBI - BISNIS/Feni Freycinetia

Bisnis.com, BUENOS AIRES -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berharap Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina dapat melahirkan kesepakatan yang menguntungkan semua negara anggota. 

Salah satu kesepakatan yang sangat dinantikan dunia yaitu arah yang jelas terkait perang dagang AS-China yang memanas akhir-akhir ini. JK juga berharap agar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tidak mengalami kegagalan tanpa menghasilkan komunike bersama seperti di APEC, belum lama ini.

"Ini [KTT G20] bisa jadi kelanjutan dari pertemuan APEC. Kalau itu, memang tidak tercapai keputusan, di level menteri juga tak ada keputusan," ujarnya saat ditemui di restoran Rodizio Madero, Buenos Aires, Kamis (29/11/2018). 

JK menuturkan perang dagang antara AS-China tak hanya berdampak pada kondisi kedua negara, tetapi perekonomian dunia. Tak terkecuali Indonesia yang menjadi mitra dagang kedua negara.

Dia mengingatkan saat ini, harga komoditas primer seperti batu bara, kelapa sawit (palm oil), dan karet sudah mengalami penurunan sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan perang dagang. Bahkan, tren penurunan mulai menyentuh titik terendah seperti yang terjadi pada 2014.

Permintaan ekspor dari China ke AS pun dipastikan menurun. Artinya, Pemerintah Indonesia harus mewaspadai dampak lanjutan dari perang dagang yang bakal terjadi ke depannya.

Itu sebabnya, JK mengungkapkan dirinya sebagai perwakilan delegasi Indonesia di KTT G20 akan menyampaikan pidato terkait dampak perang dagang dan meminta AS dan China untuk mencari solusi. 

"Sebesar 60% ekonomi dunia ada di [negara-negara] G20. Sehingga apa yang diputuskan di sini sangat berpengaruh terhadap perekonomian ekonomi dunia selanjutnya," paparnya. 

JK menilai perang dagang memang dapat meningkatkan serapan tenaga kerja di AS untuk jangka pendek. Namun, efisiensi ekonomi belum tentu terjadi karena ongkos produksi barang di AS lebih mahal dibandingkan di China.

Oleh karena itu, beberapa negara berkembang justru berharap adanya efek positif dari perang dagang antara AS dan China. 

"Yang berharap itu Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Bangladesh dapat mengisi pasar di AS [yang tidak dapat dimasuki oleh China]," jelasnya. 

Leader's Meeting G20 digelar pada 30 November-1 Desember 2018. Secara keseluruhan, ada 19 kepala negara serta perwakilan Uni Eropa (UE) yang akan hadir di acara tahunan tersebut.

Beberapa kepala negara yang sudah mendarat di Buenos Aires, antara lain Presiden AS Donald Trump, Presiden China Xi Jinping, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Korea Selatan Moon Jae-In, Presiden Prancis Emannuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, PM Inggris Theresa May, PM Kanada Justin Trudeau, dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Tag : jusuf kalla, g20
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top