LAPORAN DARI ARGENTINA: Wapres JK Suarakan Ekonomi Digital di KTT G20

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyuarakan pentingnya pengembangan ekonomi digital sebagai model bisnis yang inovatif untuk pemerataan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan inklusif keuangan. 
Feni Freycinetia Fitriani | 01 Desember 2018 15:21 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersamalan dengan Presiden Argentina Mauricio Macri dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat (30/11/2018). - Official G20 Argentina 2018

Bisnis.com, BUENOS AIRES -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyuarakan pentingnya pengembangan ekonomi digital sebagai model bisnis yang inovatif untuk pemerataan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan inklusif keuangan. 
 
Hal itu disampaikannya saat berpidato intervensi pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina, Jumat (30/11/2018) waktu setempat. 
 
“Era digital telah mengubah hidup kita. Kita harus memastikan semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari perkembangan ekonomi digital dalam kehidupan sehari-hari," ucap JK di depan pimpinan negara-negara anggota KTT G20 di Costa Salguero Center, Buenos Aires.
 
Dia menuturkan ada alasan khusus mengapa Indonesia  mengangkat isu ekonomi digital, khususnya pemanfaatan perkembangan teknologi untuk pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan di satu negara.
 
Sebelumnya, ekonomi digital juga menjadi salah satu fokus pada Annual Meetings IMF-World Bank pada Oktober 2018 di Bali. Indonesia telah mendorong Bali Fintech Agenda untuk menjadikan financial technology (fintech) sebagai salah satu elemen pendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 
 
"Inisiatif Indonesia yaitu membentuk Inclusive Digital Economy Accelerator (IDEA) Hub. IDEA Hub dapat menjadi inovasi model bisnis ekonomi digital, termasuk meningkatkan sharing economy, meningkatkan keterampilan digital, dan inklusi keuangan," papar JK. 
 
Menurutnya, pertemuan G20 harus dapat mengatasi tantangan dunia saat ini, yaitu melakukan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan menekan proteksionisme dagang serta persaingan geo-politik.
 
Apalagi, tema KTT G20 kali ini adalah "Building Consensus for Fair and Sustainable Development" dengan penekanan pada tiga pilar prioritas utama, yaitu infrastruktur untuk pembangunan (infrastructure for development), peningkatan keterampilan digital untuk masa depan (future of work), dan masa depan pangan yang berkelanjutan (sustainable food future).
 
JK menilai ketiga pilar prioritas tersebut sejalan dengan kepentingan Indonesia dalam menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi, meminimalisir dampak negatif, dan memanfaatkan perubahan teknologi.
 
Selain itu,  KTT G20 juga mengangkat pembahasan isu-isu global antara lain komitmen atas pentingnya kerja sama multilateralisme dan ekonomi global yang kuat; penggunaan  kebijakan moneter, fiskal, dan struktural dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif; serta komitmen terhadap perdagangan internasional sebagai sumber pertumbuhan, lapangan kerja.
 
"Saya berharap para pemimpin G20 dapat mengukuhkan kembali komitmen terhadap pembangunan ekonomi global yang kuat, berimbang, dan berkelanjutan," sambungnya. 
 
KTT G20 adalah pertemuan tingkat Kepala Negara/Pemerintah yang diadakan setiap tahun dan beranggotakan 19 negara dan 1 Kelompok Regional (Uni Eropa/UE). G20 secara kolektif mewakili 85% GDP dunia, 75% perdagangan global, dan dua pertiga penduduk dunia.
 
G20 merupakan forum negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia yang terbentuk sejak 1999, di mana awalnya berkumpul para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank. Sejak 2008, G20 meningkat menjadi forum tingkat Kepala Negara/Pemerintah.

Tag : g20, ekonomi digital
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top