Sri Mulyani: Inflasi Pada Posisi Yang Baik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai selama inflasi masih berada di dalam jarak asumsi makro APBN artinya inflasi pada posisi yang baik.
Rinaldi Mohammad Azka | 03 Desember 2018 14:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan sebelum meninggalkan kantor Basarnas Jakarta, untuk mencari informasi terkait 20 pegawai Kementerian Keuangan dalam pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh, Senin (29/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengklaim dapat terus menjaga inflasi dalam posisi rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama November 2018 mengalami inflasi sebesar 0,27%. 

Adapun, inflasi tahunan dan tahun kalendernya mencapai masing-masing 3,23% dan 2,5%. Dari 82 kota yang disurvei BPS, 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai selama inflasi masih berada di dalam jarak asumsi makro APBN artinya inflasi pada posisi yang baik.

"Kita anggap itu baik, apalagi ini masih di bawah 3,5%. Artinya, Indonesia dari sisi track record terhadap stabilitas harga-harga ini sekarang sudah semakin solid, karena ini selama 4 tahun berturut-turut kita memiliki inflasi yang di sekitar 3% di tengah gejolak harga minyak dan kurs yang naik turun," jelasnya di Jakarta, Senin (3/11/2018).

Menurutnya, terjaganya inflasi menunjukkan kemampuan pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas dari nilai-nilai harga umum dan hal tersebut menjadi salah satu bentuk kredibilitas dari kebijakan moneter dan sektor riil. Dengan begitu, pengadaan barang-barang dan jasa bisa terjaga stabilitasnya.

Dia pun memproyeksikan inflasi sampai dengan akhir tahun akan di bawah perkiraan APBN. "Sampai akhir tahun, inflasi menurut saya masih seperti yang disampaikan Presiden di 3,2%," imbuhnya.

Dari data BPS, inflasi inti pada November 2018 tercatat sebesar 0,22% dengan andil 0,13%. Secara tahun kalender, inflasi sebesar 0,29% dan inflasi tahunannya sebesar 3,03%. 

Inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 0,52% dengan andil mencapai 0,10%. Secara tahun kalender, inflasi komponen ini tercatat sebesar 2,13% dan inflasi tahunannya sebesar 3,07%. 

Inflasi pangan bergejolak pada November 2018 tercatat sebesar 0,23% dengan andil 0,04%. Inflasi tahun kalendernya mencapai 1,81% dan tahunannya mencapai 4,32%. 

Tag : Inflasi, sri mulyani
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top