BPS: Inflasi Akhir Tahun Aman

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi pada akhir tahun akan tetap terkendali, tanpa lonjakan di komponen pangan bergejolak. 
Hadijah Alaydrus | 03 Desember 2018 16:00 WIB
Kebutuhan pokok di pasar tradisional. - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Pusat Statistik (BPS memperkirakan inflasi pada akhir tahun akan tetap terkendali, tanpa lonjakan di komponen pangan bergejolak. 

Kepala BPS Suhariyanto menilai upaya pengendalian harga melalui operasi pasar cukup efektif pada tahun ini. 

"Situasinya agak beda, tahun lalu jumlah stok [beras] kita di Bulog itu di bawah 1 juta, hanya sekitar 800.000-900.000 ton sehingga kemampuan untuk intervensi pasar juga terbatas," ungkap Suhariyanto, Senin (3/12). 

Namun, stok beras tahun ini jumlah bagus. Jika kenaikan harganya mencapai 0,7% merupakan hal yang wajar.

Suhariyanto mengklaim kenaikan tersebut tidak signifikan. Namun, dia mengakui andil inflasi dari komponen beras pada November 2018 cukup besar, yakni 0,03%. 

Alhasil, inflasi kelompok bahan pangan mencapai 0,24% pada November ini disumbang oleh bawang merah dan beras. 

November tahun lalu, harga beras pada semua golongan mengalami kenaikan. 

Beras kelas medium di tingkat penggilingan pada November 2017 mengalami kenaikan 1,79% menjadi Rp 9.280/kilogram (kg). Sementara itu, beras kelas premium naik sebesar 0,38% menjadi Rp 9.539/kg. Untuk beras kelas rendah, kenaikan harga tercatat sebesar 2,33% menjadi Rp 9.039/kg.

Kenaikan beras ini menjadi penyebab inflasi kelompok bahan pangan meningkat hingga 0,37% tahun lalu. 

Tag : Inflasi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top