KABAR PASAR: Korporasi Andalkan Bank, Tambal Sulam Pendapatan Negara

Berita mengenai penggalangan dana korporasi pelalui kredit perbankan serta tambal sulam pendapatan negara menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (5/12/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 05 Desember 2018 08:47 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai penggalangan dana korporasi pelalui kredit perbankan serta tambal sulam pendapatan negara menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (5/12/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:         

Korporasi Andalkan Bank. Saat penggalangan dana korporasi di lantai bursa melambat, penyaluran kredit perbankan terus melaju jelang tutup tahun. Bahkan, pertumbuhan kredit perbankan diyakini menembus 14% pada tahun ini, atau tertinggi dalam 3 tahun terakhir. (Bisnis Indonesia)

Tambal Sulam Pendapatan Negara. Risiko shortfall penerimaan pajak maupun cukai berpotensi menganggu kinerja anggaran. Namun, tambahan pemasukan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), diperkirakan dapat mengompensasi kekurangan penerimaan di dua sektor tersebut. (Bisnis Indonesia)

Trans Papua Dievaluasi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengevaluasi proyek pembangunan jalan di Papua, termasuk proyek yang akan ditawarkan kepada badan usaha. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Kurangi Porsi SBN Valas. Pemerintah akan mengurangi porsi penerbitan surat berharga negara (SBN) dalam valuta asing (valas) pada 2019. (Bisnis Indonesia)

Porsi Obligasi Negara Ritel Diperbesar. Kekuatan dompet investor ritel lokal menjadi pasar potensial pemasaran surat berharga negara (SBN) ritel. Tahun depan, pemerintah menargetkan total nilai penerbitan SBN ritel mencapai Rp 60 triliun, setara 7,26% dari total penerbitan SBN bruto tahun 2019 yang senilai Rp 825,7 triliun. Nilai itu naik 30% dibanding tahun ini. (Kontan)

Tren Inflow Dana Asing Tak Lama. Arus modal asing yang masuk (capital inflow) mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, potensi inflow ke pasar surat berharga negara (SBN), masih besar. Namun, potensi itu juga dibayang-bayangi risiko. (Bisnis Indonesia)

Jurus Geber Utang Di Awal Tahun. Pemerintah kembali mengeluarkan jurus lama dalam penerbitan surat utang untuk membiayai defisit anggaran di tahun 2019. Yakni menggeber penerbitan surat utang di paruh pertama alias front loading. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top