BRI Optimistis Capai Target Kredit 14%

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatat penyaluran kredit sebesar Rp782,9 triliun per Oktober 2018. Bank pelat merah ini masih berupaya menggenjot fungsi intermediasi untuk mencapai revisi target yang dipatok menjadi 14%, dari sebelumnya 12%.
Muhammad Khadafi | 05 Desember 2018 22:05 WIB
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Suprajarto (ketiga kanan) didampingi direksi lainnya memberilan penjelasan mengenai kinerja perseroan periode Triwulan II/2018, di Jakarta, Selasa (31/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatat penyaluran kredit sebesar Rp782,9 triliun per Oktober 2018. Bank pelat merah ini masih berupaya menggenjot fungsi intermediasi untuk mencapai revisi target yang dipatok menjadi 14%, dari sebelumnya 12%.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi bulanan, capaian kredit Oktober mencerminkan pertumbuhan 16,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun, pertumbuhan sepanjang tahun (year-to-date/ytd) berada di level 10,6%.

“Kami masih yakin bisa sekitar 14% akhir tahun ini,” kata Dirut BRI Suprajarto kepada Bisnis, Rabu (5/12).

Kredit mikro, kecil, dan konsumer akan menjadi tumpuan perseroan. Ketiganya akan berkontribusi sekitar 70% dari total portofolio penyaluran dana.

Optimisme BRI sejalan dengan keyakinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengawas lembaga keuangan semakin percaya diri setelah melihat capaian pertumbuhan kredit Oktober 2018.

Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso kembali merevisi proyeksi akhir tahun menjadi 14% yoy. Hal itu melihat realisasi per Oktober 2018 yang mencapai 13,35% secara tahunan.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BRI diperkirakan cenderung menurun dibandingkan dengan capaian kuartal III/2018. Pada periode ini kinerja penghimpunan dana BRI naik 13,3%.

Suprajarto memproyeksikan, penghimpunan dana masyarakat akan tumbuh di atas 11% yoy pada penghujung tahun ini. Capaian ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu, yakni naik 11,5% yoy.

Sebelumnya dia sempat mengatakan bahwa pertumbuhan DPK yang membayangi kredit tidak akan mengganggu pendapatan bersih perseroan. Kendati demikian, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BRI per September 2018 mencapai 7,61%, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 8,01%.

Menurutnya, sejumlah strategi telah dilakukan untuk menjaga pendapatan, seperti menggenjot fee based income (FBI) dan juga menyesuaikan suku bunga simpanan. Terkait dengan penyesuaian itu, BRI memilih sektor yang dianggap lebih kuat menyerap kenaikan bunga.

Tercatat kredit untuk segmen menengah dan korporasi telah naik sekitar 25 basis poin (bps) hingga 50 bps. Adapun, untuk suku bunga mikro dan kecil belum ada rencana untuk naik. BRI menilai kedua sektor ini terbilang sensitif dengan besaran bunga.

Selain itu, BRI telah menyesuaikan suku bunga kredit konsumer pada akhir kuartal ketiga. Kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 50—100 bps.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank bri

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top