2019, BNI Proyeksi Kredit Investasi Tumbuh 13%

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksi tahun depan kredit investasi akan bertumbuh pada kisaran 12% - 13% secara tahunan seiring dengan kondisi ekonomi makro yang melanjutkan tren membaik serta masih besarnya potensi pembangunan pada infastruktur, industri manufaktur dan pertanian. 
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 08 Desember 2018  |  13:48 WIB
2019, BNI Proyeksi Kredit Investasi Tumbuh 13%
Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk. Herry Sidharta (kanan) menyampaikan paparan kinerja Q3 tahun 2017, di Jakarta, Kamis (12/10). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksi tahun depan kredit investasi akan bertumbuh pada kisaran 12% - 13% secara tahunan seiring dengan kondisi ekonomi makro yang melanjutkan tren membaik, serta masih besarnya potensi pembangunan pada infastruktur, industri manufaktur dan pertanian. 

Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk. Herry Sidharta mengatakan hingga Oktober 2018, perseroan telah menyalurkan Kredit Investasi (KI) sebesar Rp137,7 triliun atau tumbuh 12,7% dibandingkan posisi Oktober 2017. Pertumbuhan Kredit Investasi ini didorong oleh penyaluran kepada Sektor Konstruksi dan Sektor Pengangkutan, Pergudangan & Komunikasi.

Untuk akhir tahun ini, KI diharapkan dapat tumbuh double digit mengingat masih banyaknya proyek-proyek pembangunan yang akan diselesaikan pada tahun ini serta sesuai dengan tren realisasi kredit yang lebih kencang di semester II.

"Dari aspek kualitas, NPL Kredit investasi tercatat pada level yang sangat baik sebesar 1,1% di Oktober 2018," katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Herry mengemukakan tren laju KI seiring dengan investasi yang tumbuhnya tinggi dalam empat tahun terakhir didorong banyaknya proyek Infrastruktur. Sehingga ke depan baki debetnya akan terus meningkat karena proyek akan banyak yang sudah selesai dan penarikan KI sudah penuh sesuai dengan maksimumnya.

"Investasi penyelesaian proyek kan bertahap begitu juga penarikan kreditnya, belum lagi pengembangan dari proyek yang masih banyak belum selesai seperti kelistrikannya. Kalau investasi untuk menurunkan kredit kan perlu waktu dan ada grace periode," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, kredit

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top