2019, Pertumbuhan Kredit Diproyeksi 10,08%

Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan tumbuh 10,08% pada tahun depan. Kredit yang akan tumbuh yakni sektor terkait dengan aktivitas pemerintah.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 08 Desember 2018  |  20:57 WIB
2019, Pertumbuhan Kredit Diproyeksi 10,08%
Kredit Usaha Rakyat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kredit perbankan diproyeksikan tumbuh 10,08% pada tahun depan. Kredit yang akan tumbuh yakni sektor terkait dengan aktivitas pemerintah.

Ekonom dari Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik tumbuh stabil dari 5,16% pada 2018 menjadi 5,14% pada 2019. Dirinya melihat beberapa sektor yang akan tumbuh pada tahun depan akan mirip seperti tahun ini.

"Selain itu, sektor yang terkait dengan konsumsi masyarakat juga diharapkan tumbuh pada tahun depan. Apalagi, akan ada aktivitas pemilu pada tahun depan. Sektor yg akan tumbuh yaitu konstruksi, sektor infrastruktur, ritel dan perdagangan, transportasi dan komunikasi, sektor jasa, sektor pendidikan dan kesehatan," katanya kepada Bisnis, Sabtu (8/12/2018).

Myrdal mengemukakan untuk kredit modal kerja diproyeksikan tumbuh 10,51% pada 2019. Hal itu dikarenakan kredit tersebut permintaannya masih tinggi untuk mendukung aktivitas perekonomian domestik.

Sementara, kredit investasi hanya akan tumbuh sekitar 8,10% pada 2019. Pertumbuhannya agak tertahan seiring dengan aktivitas investasi yang cenderung wait and  see saat memasuki periode tahun politik.

Analis Perbankan MNC Sekuritas Nurulita Hawaningrum sepakat tahun depan permintaan kredit tak akan jauh beda dengan tahun ini atau tumbuh sekitar 11%. Permintaan kredit meningkat seiring pertumbuhan ekonomi tetapi akan tertahan pertumbuhannya karena likuiditas mengetat.

Kredit modal kerja yang lebih unggul karena konsumsi domestik yang masih akan kuat sampai tahun depan. Sektornya lebih ke manufaktur sama trade. Investasi juga akan tumbuh seperti kredit modal kerja.

"Sementara tntangan konsumer memang suku bunga, bank akan lebih selektif untuk jaga kualitas kredit mereka," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top