Potensi Menumpuk Cadev Terbuka Lebar Tahun Ini

Potensi Indonesia untuk menumpuk cadangan devisa tahun ini terbuka lebar setelah performa yang melorot pada 2018.
Hadijah Alaydrus | 08 Januari 2019 20:43 WIB
Karyawan memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. - JIIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Potensi Indonesia untuk menumpuk cadangan devisa tahun ini terbuka lebar setelah performa yang melorot pada 2018.
 
Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Andry Asmoro mengungkapkan performa cadangan devisa (cadev) tahun ini masih bergantung pada arus modal portofolio.
 
"Kayaknya flow tahun ini lebih bersahabat dengan emerging market, jadi ada potensi cadev meningkat," ujarnya, Selasa (8/1/2019).
 
Pasalnya, arah kebijakan suku bunga The Fed dinilai lebih dovish dibandingkan 2018 sehingga memicu berbaliknya dana ke emerging market.
 
Kendati demikian, risiko bagi cadev dinilai masih banyak. Salah satunya yaitu perlambatan ekonomi di AS dan China.
 
Di sisi lain, Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro berekspektasi cadev akan kembali meningkat seiring dengan rencana penerbitan global sukuk pemerintah pada kuartal I/2019.
 
"Kami perkirakan penerbitannya sekitar US$1,5 miliar-US$3 miliar," sebutnya.
 
Dari data Bank Indonesia (BI), cadev Desember 2018 meningkat US$3,5 miliar menjadi US$120,7 miliar. BI mengklaim peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penerbitan obligasi global, dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Tag : cadangan devisa
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top