Pengembangan Instrumen Pasar Jaga Likuiditas Perbankan

Perbankan optimis kondisi likuiditas tahun ini akan semakin membaik dinilai dengan berbagai pengembangan instrumen pasar. 
Ipak Ayu H Nurcaya | 11 Januari 2019 06:22 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (27/11/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Perbankan optimis kondisi likuiditas tahun ini akan semakin membaik dinilai dengan berbagai pengembangan instrumen pasar. 

Ketua Association Cambiste Internastionale (ACI) Farida Thamrin mengatakan secara umum saat ini perbankan memiliki portofolio surat utang yang cukup. Hal ini seiring dengan pemain repo perbankan yang terus meningkat. 

Apalagi, Bank Indonesia (BI) juga memiliki berbagai instrumen dan lelang term repo pada akhir tahun lalu yang berhasil menarik perbankan. 

"Sama dengan BI, melalui ACI kami melakukan pengembangan berbagai instrumen pasar bahkan tidak hanya foreign exchange tetapi juga repo yang bisa antar bank dan dengan BI," katanya, Kamis (10/1/2019).  

Selain sebagai upaya menjaga kecukupan likuiditas, hal ini diyakini akan turut menjaga  stabilitas moneter dan penguatan kredibilitas pasar.

Sisi lain, Farida mengakui, saat ini ACI juga terus mendorong para anggota untuk berafiliasi supaya memiliki pengetahuan yang sama. Pasalnya, transaksi yang dilakukan tidak hanya melibatkan pelaku pasar di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

Untuk itu, Bank Indonesia pun saat ini mewajibkan setiap dealer repo untuk menjadi anggota ACI dan menyandang sertifikasi. Adapun sampai dengan batas ketentuan pada April 2019, jika dealer belum tersertifikasi maka tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan BI. 

Tag : perbankan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top