RHB Sekuritas : Ada Dua Kemungkinan Pembeli Bank Permata

RHB Sekuritas memproyeksikan perusahaan yang memiliki kemampuan menyerap saham Bank Permata adalah bank pelat merah nasional dan bank asal Jepang.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  15:02 WIB
RHB Sekuritas : Ada Dua Kemungkinan Pembeli Bank Permata
Bank Permata - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA – Standard Chartered PLC memberikan sinyal hendak mendivestasikan saham PT Bank Permata Tbk. RHB Sekuritas menilai kemungkinan besar perusahaan yang memiliki kemampuan menyerap saham Bank Permata adalah bank pelat merah nasional dan bank asal Jepang. 

Saat ini, dua aksi merger dan akuisisi perbankan di dalam negeri yang baru saja terjadi diinisiasi oleh bank Jepang yakni SMBC dengan Bank BTPN dan MUFG dengan Bank Danamon. Mizuho tercatat sebagai bank Jepang yang beroperasi di Tanah Air namun belum memiliki bank lokal. 

Mizuho sempat diberitakan hendak mengakusisi Bank Panin dari ANZ. Namun rencana tersebut telah dinyatakan batal.

“Panin memiliki karakter serupa dengan Permata, ini akan membuatnya menjadi kandidat ideal bagi Mizuho,” mengutip hasil riset dua analis RHB Sekuritas Alvin Baramuli dan Henry Wibowo yang diterima Bisnis, Rabu (27/2/2019).

Sementara itu bank pelat merah seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga memiliki keinginan mengakuisisi bank menengah yang fokus pada usaha kecil dan menengah. Bank pelat merah ini menyiapkan dana sekitar Rp30 triliun hingga Rp35 triliun untuk merealisasikan rencana tersebut yang berasal dari kas perusahaan.  

Sebelumnya dalam riset yang dilakukan 20 Desember 2018, Alvin sempat menyampaikan bahwa terbuka kemungkinan pemegang saham pengendali (PSP) BNLI akan mendivestasikan saham. Pasalnya investasi yang digelontorkan pemilik modal akan lama mencapai titik impas. Emiten berkode saham BNLI tersebut membukukan pendapatan kurang dari Rp1 triliun selama beberapa waktu terakhir.

Adapun saat ini PSP Bank Permata adalah PT Astra International Tbk. dan Standard Chartered. Keduanya berbagi rata 89,12% saham. Sementara itu, sisa saham lainnya dimiliki oleh publik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank permata, astra international, standard chartered

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup