Jaga Stabilitas Rupiah, BNI dan BI Sosialisasikan DNDF dan LCS

BNI menggelar Economic Outlook 2019 untuk memaparkan kondisi ekonomi global dan domestik terkini sekaligus sebagai upaya Sosialisasi Transaksi Domestic Non Deriverable Forward (DNDF) dan Local Currencies Settlement (LCS).
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  18:54 WIB
Jaga Stabilitas Rupiah, BNI dan BI Sosialisasikan DNDF dan LCS
Direktur Bank Indonesia Yoga Affandi (kedua kanan) berbincang dengan Direktur BNI Adi Sulistyowati (tengah), Chief Economist Kiryanto (kiri), Pemimpin Divisi Tresuri BNI Legendariah (kanan) dan Head of Derivative & Structured Product Group Divisi Tresuri Ikhwani Fauzana (kedus kiri) di sela-sela acara BNI Economic Outlook 2019 & Sosialisasi Transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dan Local Currencies Settlement (LCS) di Jakarta, Rabu (27/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menggelar Economic Outlook 2019 untuk memaparkan kondisi ekonomi global dan domestik terkini sekaligus sebagai upaya Sosialisasi Transaksi Domestic Non Deriverable Forward (DNDF) dan Local Currencies Settlement (LCS).   

DNDF merupakan transaksi derivatif valas terhadap rupiah yang standar (plain vanilla) berupa transaksi forward dengan mekanisme fixing yang dilakukan di pasar domestik. Sedangkan mekanisme LCS merupakan kesepakatan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Malaysia dan Thailand untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal yaitu rupiah, ringgit, dan baht dalam transaksi pembayaran barang dan jasa antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Transaksi DNDF dan skema transaksi LCS merupakan salah satu langkah BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Produk Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) diluncurkan pada akhir tahun 2018 dan mekanisme transaksi Local Currencies Settlement (LCS) diluncurkan pada kuartal I/2018.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati mengungkapkan BNI berkomitmen ikut serta dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, antara lain dengan memberikan dukungan terhadap BI dalam menyosialisasikan dan memasarkan transaksi DNDF dan skema transaksi LCS.

Tujuannya, agar produk tersebut lebih dimanfaatkan para pelaku pasar, diantaranya adalah eksportir dan importir yang menjadi nasabah BNI.

“Salah satu program BNI dalam mendukung aktifnya transaksi DNDF dan skema transaksi LCS  adalah dengan mengangkat tema pada Event Economic outlook 2019 dan Customer Gathering yang diadakan oleh BNI,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Rabu (27/2/2019).

Pada kesempatan ini BNI juga memberikan beberapa award kepada beberapa perusahaan. Di antaranya adalah award untuk Pertamina sebagai The Most Active Hedging Transaction 2018, PLN sebagai The Most Local Currencies Settlement (LCS), dan Sinar Mas Agro Resources & Technology sebagai The Most Active Forex Transaction for Corporate in 2018.

Animo eksportir dan importir terhadap LCS cukup tinggi, hal ini terlihat dari total transaksi Local Currencies Settlement (LCS) dengan nasabah pada tahun 2018 (atau tahun pertama diluncurkannya LCS) adalah sebesar Rp1,15 triliun.

BNI mencatatkan peningkatan volume transaksi valuta asing dengan nasabah sebesar 14,04% secara year on year pada tahun 2018. Begitu juga volume transaksi lindung nilai (hedging) dengan nasabah BNI pada tahun 2018 meningkat 27,53%  yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top