Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

The Fed Tahan Suku Bunga, Sinyal Ekonomi Dunia Melemah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan terdapat dua hal yang perlu dicermati di balik keputusan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25%-2,5%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019)./ANTARA-Wahyu Putro A
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019)./ANTARA-Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan terdapat dua hal yang perlu dicermati di balik keputusan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25%-2,5%.

Di satu sisi, tekanan dari kenaikan suku bunga bank sentral AS yang terjadi di sepanjang 2018 akan terus mereda di sepanjang tahun ini.

Meski demikian, kebijakan The Fed mempertahankan suku bunga disebutnya menjadi peringatan atas ekonomi dunia yang melemah.

"Fed tidak menaikkan suku bunga itu menggambarkan dua hal, berarti itu baik untuk seluruh dunia, tapi juga menggambarkan mereka concern terhadap lingkungan global yang melemah," ujarnya di Jakarta (21/3/2019).

Dirinya mengatakan pemerintah masih mewaspadai resiko pelemahan ekonomi global sebagai tantangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

Indonesia disebutnya perlu berfokus meningkatkan ketahanan domestik dari resiko ekonomi global yang melemah.

"Kita harus berfokus memperkuat yang berada di dalam negeri. Maka konsumsi, investasi, belanja pemerintah harus meningkat, dan tetap harus melakukan diversifikasi ekspor sehingga target pertumbuhan ekonomi bisa diupayakan tetap tercapai," ujarnya.

Di samping itu, dirinya memastikan kondisi ekonomi Indonesia tidak akan terpengaruh oleh pelaksanaan pemilihan umum.

"Kita sudah melalui pemilu beberapa kali, jadi pemilu bukan suatu alasan untuk khawatir. Namun kita harus waspada terhadap lingkungan global yang mengalami pelemahan cukup nyata," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Akhirul Anwar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper