BNI Syariah Siapkan Fasilitas Buka Rekening Online

BNI Syariah menyiapkan fasilitas pembukaan rekening secara online agar dapat direalisasikan pada kuartal IV/2019. Pembukaan rekening daring atau online merupakan salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan layanan di era digital.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 22 April 2019  |  09:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BNI Syariah menyiapkan fasilitas pembukaan rekening secara online agar dapat direalisasikan pada kuartal IV/2019. Pembukaan rekening daring atau online merupakan salah satu strategi yang dilakukan BNI Syariah untuk meningkatkan layanan di era digital.

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto mengatakan bahwa pembukaan rekening secara online merupakan opsi tambahan dari layanan pembukaan rekening melalui kantor cabang yang saat ini sudah berjalan.

“Sistem pembukaan rekening online ditargetkan bisa meningkatkan akuisisi nasabah baru sebanyak 150 rekening per hari,” katanya melalui siaran pers, Minggu (21/4/2019).

Dia berharap pembukaan rekening secara online ini bisa menjadi salah satu opsi channel untuk menambah jumlah nasabah baru. BNI Syariah berharap nantinya 20% pembukaan rekening bisa dilayani secara digital.

Selain pembukaan secara online, Wahyu mengatakan BNI Syariah juga telah memberikan layanan akses mudah, cepat, dan prudent bagi nasabah yang ingin melakukan pembukaan rekening melalui SCO (Sharia Channeling Office) yang terintegrasi dengan BNI. Saat ini layanan BNI Syariah dapat dijangkau di lebih dari 1.500 Sharia Channeling Office (SCO) kantor BNI Seluruh Indonesia.

Selain pembukaan rekening, layanan yang diberikan kepada nasabah di SCO di antaranya pembukaan rekening tabungan, pembukaan deposito, giro dan aktivasi layanan e-channel (mobile banking, internet banking, SMS banking), serta pengajuan aplikasi kartu pembiayaan BNI IB Hasanah Card. Tak hanya itu, dalam rangka mendukung transformasi digital, BNI Syariah juga terus mengembangkan SDM dan infrastruktur baik perangkat keras maupun lunak.

BNI Syariah juga berkolaborasi dengan Fintech Syariah, seperti PT Ammana Fintek Syariah untuk memberikan solusi Digital Wakaf yang bertujuan mendorong partisipasi masyarakat terhadap wakaf produktif. Sisi lain, BNI Syariah juga merupakan anggota AFSI atau Asosiasi Fintech Syariah Indonesia yang sekaligus mensupport kebutuhan penggunaan fitur-fitur payment atau transfer bank yang digunakan oleh para start-up fintech.

Sebagai gambaran sampai akhir 2018 lalu, jumlah nasabah BNI Syariah telah mencapai sekitar 3 juta. Sampai dengan Desember 2018, DPK BNI Syariah mencapai Rp35,50 triliun atau tumbuh 20,82% yoy. Lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 11,6%. Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah yang mencapai 55,82%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni syariah

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top