Injeksi Likuiditas BI Berbuah Hasil

Bank sentral mengakui telah melakukan pelonggaran moneter sejak akhir tahun lalu melalui instrumen injeksi likuiditas berhasil menjaga kelancaran kebutuhan uang perbankan di dalam negeri.
Injeksi Likuiditas BI Berbuah Hasil
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 23 April 2019  |  21:36 WIB
Injeksi Likuiditas BI Berbuah Hasil
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral mengakui telah melakukan pelonggaran moneter sejak akhir tahun lalu melalui instrumen injeksi likuiditas berhasil menjaga kelancaran kebutuhan uang perbankan di dalam negeri.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan operasi moneter sepanjang kuartal I/2019 berhasil menambah likuiditas perbankan.

"Sehingga alat likuid per dana pihak ketiga, salah satu indikator likuiditasnya itu cukup tinggi, yaitu 22,33 persen pada Februari 2019, naik dibandingkan 21,88 persen pada Desember 2018," papar Perry, Selasa (23/04/2019).

Pertumbuhan alat likuid ini menjadi faktor pendorong kenaikan kredit perbankan sebesar 12,13 persen pada Februari 2019, dibandingkan 11,82 persen pada Desember 2018.

Adapun operasi moneter yang dilakukan BI a.l. term repo dan swap valas. Untuk jadwal term repo, Perry mengungkapkan publikasi jadwal telah dilakukan untuk enam bulan ke depan. Dengan demikian, perbankan memiliki kepastian untuk menjaga kebutuhan likuiditasnya.

"Perbankan yang punya sekuritas SBN dan underlying lainnya bisa ke BI dan bisa mendapatkan tambahan injeksi likuiditas," ungkap Perry. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, likuiditas

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top