Bank BTN Dorong Dunia Kampus Hadapi Tantangan Digital di Era Industri

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menilai dunia pendidikan perlu dibekali dengan pengetahuan teknologi digital yang sesuai dengan tantangan zaman. Pasalnya, era industri 4.0 sudah tidak bisa dihindari hampir di semua sektor industri.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 April 2019  |  09:32 WIB
Bank BTN Dorong Dunia Kampus Hadapi Tantangan Digital di Era Industri
Bank BTN

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menilai dunia pendidikan perlu dibekali dengan pengetahuan teknologi digital yang sesuai dengan tantangan zaman. Pasalnya, era industri 4.0 sudah tidak bisa dihindari hampir di semua sektor industri.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan teknologi yang sangat cepat berevolusi ikut mengubah cara kerja manusia, termasuk berkehidupan dan cara berinteraksi satu sama lain.

“Revolusi teknologi digital ini menimbulkan disruption pada hampir seluruh bidang bisnis di dunia," katanya, dikutip melalui keterangan resmi, Kamis (25/4/2019).

Oleh karena itu, Maryono menilai, salah satu yang diperlukan adalah gaya kepemimpinan yang berbeda dalam menghadapi disrupsi teknologi.

Berdasarkan penelitian dari Effective Leadership in Digital Age Research, ada empat hal yang perlu dilakukan oleh pemimpin dalam industri 4.0.

Pertama, Customer Centric, yaitu menselaraskan struktur, proses, dan strategi terhadap pengalaman customer yang tanpa batas memprioritaskan pengembangan yang mengacu pada kebutuhan pelanggan.

Kedua, Adaptive & Data Driven, yaitu memiliki kemampuan beradaptasi dan me-reorganisasi peluang serta merangkul ketidakpastian menggunakan Big Data sebagai dasar pengambilan keputusan. 

Ketiga, Technology Savvy yaitu memahami integrasi dan aplikasi dari teknologi terhadap bisnis, serta keempat Visionary, yang artinya memiliki visi dan misi yang kuat dan kemampuan untuk mengkomunikasikannya.

"Seorang pimpinan harus mampu menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Digital leaders akan cenderung lebih transparan dan akan mendistribusikan pengambilan keputusan di seluruh bagian organisasi," kata Maryono.

Selain itu, lanjut Maryono, pimpinan juga harus mampu memprioritaskan keragaman dan inklusi. Perusahaan memiliki banyak program terkait keragaman, memahami dampak positif keragaman pada budaya dan menyamakan peningkatan keragaman dan kinerja keuangan.

Poin berikutnya adalah mendengarkan eksekutif muda. Hal ini dikarenakan generasi millenial akan menduduki 50% dari angkatan kerja saat ini, dan mereka akan mempunyai kendali untuk mengubah budaya korporasi. Terakhir, berinvestasi pada teknologi generasi masa depan. 

"Saat ini, lebih dari 50% pemimpin telah bekerja mengandalkan kecerdasan buatan atau biasa disebut AI [artificial intelligence] dan pembelajaran mesin [machine learning]," jelasnya.

Dengan pendekatan Leadership 4.0, Maryono menambahkan, beberapa fakta menunjukkan dampak yang signifikan dari sisi pertumbuhan profit, kepuasan karyawan, dan tingkat turnover karyawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top