Reliance Group dan Finnet Indonesia Kembangkan Aplikasi Reli.ID

Bisnis.com, JAKARTA — PT Reliance Capital Management atau Reliance Group dan PT Finnet Indonesia bekerja sama mengembangkan aplikasi Reli.ID untuk mengkakses berbagai layanan keuangan dalam satu platform.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 29 April 2019  |  15:33 WIB
Reliance Group dan Finnet Indonesia Kembangkan Aplikasi Reli.ID
Karyawan menghitung lembaran uang rupiah dan dolar. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Reliance Capital Management atau Reliance Group dan PT Finnet Indonesia bekerja sama mengembangkan aplikasi Reli.ID untuk mengkakses berbagai layanan keuangan dalam satu platform.

Kesepakatan kerja sama antara Reliance Group dengan anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. tersebut dicapai pada Senin (29/04/2019).

Kedua perusahaan akan mengembangkan platform Reli.ID yang sebelumnya digunakan sebagai platform pengelolaan keuangan internal karyawan Reliance Group.

CEO Reliance Group Joel Richard Hogarth menjelaskan, melalui aplikasi Reli.ID pengguna mengakses produk pembiayaan karyawan dan layanan finansial lain. Berbagai layanan yang tersedia seperti asuransi jiwa, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi kecelakaan.

Melalui kerja sama tersebut, Reli.ID akan disinergikan dengan platform keuangan digital milik Finnet Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan masyarakat dan meningkatkan jumlah pengguna layanan tersebut.

Hogarth menjelaskan, pengguna platform milik Finnet saat ini berkisar 6 juta orang. Melalui kerja sama tersebut, pihaknya dan Finnet menargetkan jumlah pengguna akan mencapai 50 juta orang pada 2020.

Dia pun menjelaskan, pihaknya sedang mengembangkan produk investasi dalam aplikasi tersebut. Dengan adanya produk investasi, menurut Hogarth, masyarakat tidak hanya menggunakan platformnya untuk bertransaksi tapi juga mengelola keuangannya.

"Produk yang pertama, [adalah] money market fundyang sangat aman, kami sudah siap untuk memasarkan produk itu untuk masyarakat. Mungkin ada produk lain yang sedikit lebih spesifik seperti obligasi pemerintah, produk itu dapat disediakan," ujar Hogarth, Senin (29/04/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pembiayaan karyawan

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top