Efek Brexit, Industri Asuransi di Luksemburg Raup Untung

Bisnis.com, JAKARTA – Industri asuransi di Luksemburg mencatatkan peningkatan premi hingga empat kali lipat pada Q1/2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Komisi asuransi nasional atau CAA Luksemburg menilai hal tersebut sebagai efek dari Brexit.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  20:54 WIB
Efek Brexit, Industri Asuransi di Luksemburg Raup Untung
Ilustrasi brexit - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Industri asuransi di Luksemburg mencatatkan peningkatan premi hingga empat kali lipat pada Q1/2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Komisi asuransi nasional atau CAA Luksemburg menilai hal tersebut sebagai efek dari Brexit.

Dilasir dari Reuters pada Selasa (7/5/2019), premi sektor asuransi non-jiwa yang termasuk bisnis domestik di Luksemburg melonjak sebesar 218% (year on year/yoy) pada Q1/2019. Adapun, total premi asuransi termasuk asuransi jiwa meningkat 46% (yoy) menjadi 9,43 miliar euro atau sekitar US$10,56 miliar.

Premi asuransi non-jiwa dan non-marine yang diambil oleh perusahaan berlisensi dengan operasi di luar Luksemburg meningkat 323%  (yoy) menjadi 3,39 miliar euro. Pihak CAA mengharapkan tren tersebut dapat meningkat selama dua tahun ke depan.

Sebagian besar peningkatan, menurut pihak CAA, didorong oleh banyaknya perusahaan yang mendirikan kantor pusat di Luksemburg, setelah keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa atau Brexit. Inggris akan meninggalkan Uni Eropa dalam beberapa bulan ke depan, tetapi dapat menikmati masa transisi hingga 2021 atau 2022.

Hilangnya akses yang mudah ke pasar tunggal Uni Eropa, untuk bisnis yang berbasis di Inggris, telah mendorong beberapa perusahaan untuk memindahkan kantor terdaftar mereka ke negara-negara Uni Eropa lainnya.

Asosiasi perusahaan asuransi Luksemburg, menjelaskan dalam laporan tahunannya pada Maret 2019, bahwa mereka telah menyambut 15 anggota baru, termasuk Hiscox dan RSA London, yang berasal dari Inggris. Penambahan tersebut membuat total keanggotaan asosiasi menjadi 84 perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top