Jelang Akuisisi, Bank Muamalat Kunjungi PBNU

Jajaran komisaris dan direksi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. mengunjungi kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk membicarakan akusisi bank syariah tersebut oleh investor asal Singapura.
Jelang Akuisisi, Bank Muamalat Kunjungi PBNU
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  16:27 WIB
Jelang Akuisisi, Bank Muamalat Kunjungi PBNU
Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie (tengah) mengunjungi kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka menyampaikan rencana akuisisi Bank Muamalat oleh Al Falah Investment Pte. Limited di Jakarta, Rabu (8/5/2019). - Bisnis/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. berkunjung ke kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Hal ini merupakan tindak lanjut dari rencana perusahaan melepas 50,3 persen saham kepada Al Falah Investment Pte Limited.

Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie datang bersama Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana dan Komisaris Independen Bank Muamalat Iggi H. Achsien. Ketiganya bertemu dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua PBNU H. Eman Suryaman.

Usai pertemuan tersebut, Permana mengatakan banyak nasabah bank yang bersinggungan dengan umat NU.

“Tadi Pak Ilham menyampaikan rencana Al Falah menjadi investor. Beliau [Ketua PBNU Said Aqil Siradj] senang ada Pak Ilham di balik Al Falah,” ujarnya.

Permana melanjutkan dalam diskusi, PBNU juga memberikan saran untuk rencana bisnis Bank Muamalat ke depannya. Bank syariah itu diberikan beberapa nama di Timur Tengah untuk mengeksplorasi kerja sama terkait pendanaan.

Berdasarkan Rancangan Akuisisi, Al Falah akan menyerap 77,1 persen dari keseluruhan saham baru yang akan diterbitkan melalui pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam publikasi tersebut, Bank Muamalat hendak menerbitkan saham baru senilai Rp2,2 triliun.

Bank Muamalat dan Al Falah meyakini bahwa kemitraan mereka melalui suntikan modal itu akan memperkuat kinerja bank. Kedua pihak juga yakin penambahan permodalan akan membuat perseroan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Apabila rencana tersebut berjalan mulus, Al Falah akan menjadi pemilik 50,3 persen saham Bank Muamalat. Adapun kepemilikan saham Islamic Development Bank dan Boubyan Bank, yang sebelumnya menggenggam masing-masing 32,7 persen dan 22 persen saham, akan terdilusi menjadi 11,4 persen dan 7,7 persen.

Al Falah merupakan perusahaan yang dimiliki dan didirikan bersama oleh Ilham Habibie dan CP5 Hold Co 2 Limited. Perusahaan investasi tersebut didirikan berdasarkan hukum Singapura dan berlokasi di Robinson Point, Singapura.

CP5 Hold Co 2 Limited merupakan perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100 persen oleh dana yang dikelola oleh SSG Capital Management Limited untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat.

Pada tanggal Rancangan Akuisisi diterbitkan, pemegang saham tunggal Al Falah adalah CP5. Al Falah sedang dalam proses perubahan komposisi pemegang saham, di mana Ilham Habibie dan CP5 masing-masing akan memiliki sekitar 51 persen dan 49 persen kepemilikan saham di Al Falah.

Al Falah tercatat memiliki kapitalisasi keseluruhan sekitar US$121 juta atau setara dengan Rp1,7 triliun.

Selain Al Falah, Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa bersama Lynx Asia akan ikut ambil bagian dalam rencana akuisisi Bank Muamalat. Konsorsium yang dipimpin Kospin Jasa tersebut rencananya menyerap sekitar Rp250 miliar-Rp300 miliar saham baru dan akan mendapat porsi kepemilikan saham sebesar 8,9 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank muamalat, pbnu

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top