CIMB Niaga Yakin Pertumbuhan KPR Tetap Dua Digit

Bank CIMB Niaga optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) pada kisaran 13% pada kuartal II/2019. Hal ini seiring dengan masih baiknya prospek pasar properti Tanah Air.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  14:57 WIB
CIMB Niaga Yakin Pertumbuhan KPR Tetap Dua Digit
Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Lani Darmawan (kiri) bersama Presdir PT JCB International Indonesia Koichiro Wada, memperlihatkan Precious Card di sela sela peluncurannya, di Jakarta, Senin (12/11/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) pada kisaran 13% pada kuartal II/2019. Hal ini seiring dengan masih baiknya prospek pasar properti Tanah Air. 

Direktur Perbankan Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan pasar properti masih dalam kondisi yang baik. Pertumbuhan penyaluran kredit KPR juga masih tumbuh dua digit sejak tahun lalu. 

"Kami masih positif dengan pertumbuhan KPR, sehubungan dengan masih baiknya pertumbuhan pasar properti di Indonesia. Kami harap masih tumbuh 10% hingga 13% di kuartal II/2019, dan bahkan bisa bertahan hingga akhir tahun," katanya, Kamis (9/5/2019). 

Adapun, segmen KPR tumbuh 13,1% (year on year/yoy) pada kuartal I/2019. Total penyaluran KPR tercatat Rp33,8 triliun, yakni 18% dari total penyaluran kredit menjadi Rp187,9 triliun CIMB Niaga. 

Hanya saja, dia mengatakan perseroan masih mengalami kendala dalam mengelola biaya dana atau cost of fund (CoF). Masih tingginya CoF menyebabkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tidak terlalu optimal meski penyaluran kredit dapat digenjot tinggi. 

Lani melanjutkan, perseroan juga berharap adanya kestabilan suku bunga acuan BI. Tingginya suku bunga acuan saat ini membuat suku bunga KPR masih terlalu tinggi, sehingga penyalurannya juga tidak terlalu optimal. 

"Yang harus dilihat adalah stabilitas suku bunga acuan, agar tidak naik lagi dan suku bunga KPR banyak bergantung juga dengan kenaikan suku bunga ini," ujarnya. 

Adapun, survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mengindikasikan akselerasi kenaikan harga properti residensial di pasar primer.  Hal ini tecermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal I/2019 sebesar 0,49% (qtq), lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada kuartal sebelumnya sebesar 0,35% (qtq). 

Pada kuartal II/2019, IHPR diperkirakan meningkat sebesar 0,52% (qtq), terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja. 

Sementara itu, penjualan properti residensial meningkat sebesar 23,77% (qtq), juga lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan pada kuartal sebelumnya yang sempat turun 5,78% (qtq).  Peningkatan penjualan terjadi pada semua tipe rumah, dengan kenaikan penjualan tertinggi pada rumah tipe kecil. 

Hasil survei juga mengindikasikan bahwa mayoritas konsumen masih mengandalkan pembiayaan perbankan dalam membeli properti residensial.  Persentase jumlah konsumen yang menggunakan fasilitas KPR dalam pembelian properti residensial sebesar 74,16%.  

Sejalan dengan kenaikan penjualan properti residensial, penyaluran KPR dan KPA pada kuartal I/2019 juga meningkat menjadi 4,02% (qtq) dari 1,14% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpr, cimb niaga

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top