Riset BTPN : Pengeluaran Selama Ramadan Meningkat, untuk Bayar Zakat dan Beli Takjil

Pola pengeluaran selama Ramadan pada umumnya meningkat. Riset yang dilakukan oleh Jenius PT Bank BTPN Tbk. mencatat transaksi keuangan para digital savvy meningkat sekitar 20 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  20:24 WIB
Riset BTPN : Pengeluaran Selama Ramadan Meningkat, untuk Bayar Zakat dan Beli Takjil
Value Proposition and Product Head, Deputy Head of Digital Banking Bank BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi memberikan penjelasan tentang produk Jenius di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Pola pengeluaran selama Ramadan pada umumnya meningkat. Riset yang dilakukan oleh Jenius PT Bank BTPN Tbk. mencatat transaksi keuangan para digital savvy meningkat sekitar 20 persen. Sebagian pengeluaran digunakan untuk membayar zakat serta membeli makanan pembuka puasa atau takjil.

Head of Digital Banking PT Bank BTPN Tbk. Irwan Sutjipto mengatakan bahwa berdasarkan hasil riset BTPN, pengeluaran nasabah Jenius yang merupakan nasabah yang akrab dengan teknologi digital (digital savvy) lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari di luar Ramadan. 

"Berdasarkan riset terbaru tersebut, pengeluaran digital savvy meningkat 5% sampai 20% sepanjang Ramadan dibandingkan hari biasa," katanya, Kamis (9/5/2019). 

Irwan menjelaskan peningkatan pengeluaran pada bulan Ramadan juga ikut dipengaruhi pemasukan yang diterima pekerja melalui tunjangan hari raya (THR). 

Berdasarkan riset online yang dilakukan Jenius pada 360 digital savvy pada tahun 2018 lalu, mengungkapkan ada perubahan alokasi dana untuk kebutuhan yang berbeda selama Ramadan. 

Sebanyak 84% digital savvy menggunakannya untuk berbuka puasa bersama, 81% menggunakannya untuk membayar zakat, 71% menggunakannya untuk membeli takjil, 66% menggunakannya untuk membeli baju lebaran, 50% menggunakannya untuk diskon Ramadan, dan 49% menggunakannya untuk biaya mudik. 

Sementara, selama Bulan Ramadan, masyarakat digital savvy berbagi dengan orang tua sebanyak 93%, berbagi kepada yayasan sosial sebesar 85%, berbagi kepada saudara kandung 78%, dan berbagi kepada orang-orang di sekitar seperti supir, pramuwisma, dan pramubakti sebesar 54%, serta 47% berbagi kepada teman. 

Secara rata-rata transaksi melalui m-Banking atau aplikasi finansial berkisar 29%, masih lebih rendah jika dibandingkan dengan transaksi melalui uang tunai yang sebesar 44,8%. 

"Jika dilihat, penggunaan uang tunai masih cukup besar, tapi menggunakan metode digital selalu terjadi peningkatan," jelas Irwan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btpn, Digital Banking

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top