Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jangan Samakan Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Pelaku industri perbankan syariah mengeluhkan kecenderungan masyarakat yang masih sering menyamakan bank syariah dengan bank konvensional.
Direktur Utama Bank Bukopin Syariah Saidi Mulia Lubis menjelaskan tentang hunian Islami dalam forum Masyarakan Ekonomi Syariah, Kamis (9/5/2019). Bank Syariah Bukopin optimistis dapat menyalurkan Rp100 miliar pembiayaan rumah pada tahun ini melalui produk baru KPR iB Baitii. (Bisnis/M. Richard)
Direktur Utama Bank Bukopin Syariah Saidi Mulia Lubis menjelaskan tentang hunian Islami dalam forum Masyarakan Ekonomi Syariah, Kamis (9/5/2019). Bank Syariah Bukopin optimistis dapat menyalurkan Rp100 miliar pembiayaan rumah pada tahun ini melalui produk baru KPR iB Baitii. (Bisnis/M. Richard)

Bisnis.com JAKARTA - Pelaku industri perbankan syariah mengeluhkan kecenderungan masyarakat yang masih sering menyamakan bank syariah dengan bank konvensional.

 Direktur Utama Bank Bukopin Syariah Saidi Mulia Lubis menuturkan masyarakat harusnya mempelajari risiko-risiko yang pelaku perbankan syariah tanggung, serta ikut berperan aktif dalam pengembangannya.

"Ya sayangnya memang masih banyak nasabah yang hanya mempertimbangkan suku bunga saja," katanya, dalam forum masyarakat ekonomi syariah (9/5/2019).

Dalam hal pengambilan pembiayaan, dia menuturkan masyarakat menganggap pembiayaan syariah dan kredit perbankan syariah sama.

Mereka lebih cenderung mengharapkan pembiayaan yang berbunga rendah tanpa melihat produk perbankan syariah lebih detail

"Padahal, penyaluran pembiayaan kami berbeda. Angsuran kami tetap, dan tidak berubah meski suku bunga abuan naik turun. Di situ artinya kami menanggung risiko," jelasnya

Dari sisi simpanan, masyarakat juga cenderung berharap imbal hasil yang diberikan lebih besar ketimbang bank konvensional.

"Harusnya kan tidak begitu. Penempatan dana di perbankan syariah harus dianggap sebagai ibadah, karena banyak program sosial yang bank lakukan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper