Pembiayaan Danamon Syariah Masih Stagnan

Kinerja unit usaha syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon Syariah) belum terlalu moncer pada awal tahun ini. Per April 2019, penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp3,5 triliun, tumbuh 3% secara tahunan.
Ropesta Sitorus | 14 Mei 2019 14:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja unit usaha syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon Syariah) belum terlalu moncer pada awal tahun ini. Per April 2019, penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp3,5 triliun, tumbuh 3% secara tahunan.

Direktur Syariah Bank Danamon Herry Hykmanto mengatakan bahwa pertumbuhan pembiayaan belum terlalu tinggi karena pada awal tahun ini belum banyak debitur baru yang mengajukan permintaan pembiayaan.

“Permintaannya agak turun, memang secara siklus pada awal tahun agak sepi. Apalagi portofolio nasabah kami adalah karyawan, pada saat awal tahun kan masih pada sibuk dengan anak sekolah mau ujian. Tapi untuk kuartal II trennya sudah mulai naik,” katanya, belum lama ini.

Melihat potensi permintaan yang mulai meningkat, Herry masih optimistis target Bank Danamon untuk menggenjot pembiayaan syariah hingga 10% atau menjadi Rp4,5 triliun dapat tercapai pada akhir 2019.

Adapun segmen fokusnya masih tetap di bidang pembiayaan produktif baik UKM maupun korporasi serta koperasi karyawan.

Hampir 30—40% pembiayaan syariah Danamon disalurkan untuk membiayai peralatan pembangunan infrastruktur. Adapun untuk memacu segmen konsumer, Danamon Syariah baru-baru ini meluncurkan produk pembiayaan pemilikan rumah syariah dengan akad MMQ (musyarakah mutanaqisah) atau akad modal bersama.  

Dari sisi pendanaan, Danamon Syariah mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 19% per April 2019 menjadi Rp3,3 triliun. Adapun porsi dana murah dari giro dan tabungan (current account saving account/ CASA) mencapai 45%. Tahun ini perseroan ingin menaikkan penghimpunan tabungan haji dengan membidik penambahan 3.000 nasabah calon haji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank danamon, danamon syariah

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top