Fintech Akulaku Tambah Modal di Bank Yudha Bhakti

PT Akulaku Silvrr Indonesia menambah kepemilikan saham di PT Bank Yudha Bhakti Tbk. Per 30 April 2019, perusahaan financial technology atau fintech asal China ini meningkatkan porsi saham dari 8,95% menjadi 13,06%.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  17:23 WIB
Fintech Akulaku Tambah Modal di Bank Yudha Bhakti
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Akulaku Silvrr Indonesia menambah kepemilikan saham di PT Bank Yudha Bhakti Tbk. Per 30 April 2019, perusahaan financial technology atau fintech asal China ini meningkatkan porsi saham dari 8,95% menjadi 13,06%.

Corporate Secretary BBYB Andriyana Muchyana menjelaskan bahwa Akulaku masuk melalui pembelian saham PT Gozco Capital yang semula pemilik 41,04% saham Bank Yudha Bhakti.

“Ada perjanjian yang dibeli melalui secondary market dan melalui rights issue,” katanya kepada Bisnis, Kamis (16/5/2019).

Berdasarkan keterbukaan informasi, Gozco Capital melepas 320,43 juta saham dengan harga Rp338 per saham pada 30 April 2019. Setelah aksi korporasi tersebut kepemilikan saham perusahaan di Bank Yudha Bhakti menjadi 28,24%.

Selanjutnya, Akulaku akan terus meningkatkan kepemilikan di emiten bank bersandi BBYB tersebut. Perusahaan China yang masuk ke Indonesia sebagai kreditur instan melalui aplikasi ini akan menjadi pembeli siaga Penawaran Umum Terbatas II.

BBYB menerbitkan saham baru sebanyak 499,6 juta dengan nominal Rp100 per saham yang ditawarkan dengan harga Rp338 per saham. Nilai total dari saham baru tersebut sebesar Rp168,86 miliar yang berasal dari saham portepel dan akan dicatat di Bursa Efek Indonesia.

Andriyana mengatakan bahwa sejauh ini seluruh saham baru itu akan diserap oleh Akulaku. Dengan demikian nantinya Akulaku akan menjadi pemilik 20,11% saham BBYB. Pemegang saham lain yang tidak mengambil jatah sesuai hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) akan terdilusi sebesar 8,11%.

Berdasarkan laporan BBYB kepada Bursa Efek Indonesia, per 30 April 2019, Gozco Capital menggenggam 28,24% saham. Kemudian PT Asabri (Persero) dan PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, masing-masing, memiliki 21,91% dan 5,45%. Selebihnya dimiliki oleh publi dengan kepemilikan kurang dari 5% sebanyak 31,34%.

Andriyana menambahkan bahwa selanjutnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, BBYB akan meminta izin untuk menerbitkan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas III. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari komitmen Akulaku untuk menambah modal inti bank hingga Rp500 miliar pada tahun ini.

Sejalan dengan penambahan permodalan tersebut, perseroan optimistis dapat naik kelas menjadi bank bermodal inti Rp1 triliun hingga Rp5 triliun atau bank umum kelompok usaha (BUKU) II pada tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan publikasi Maret 2019, BBYB memiliki modal inti sebesar Rp502,91 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank yudha bhakti, Akulaku

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top